PHP: Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman

  PHP: "Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman" sumber:freepik.com PHP: Menjelajahi Dunia Pengembangan Web PHP, atau Hypertext Preprocessor , telah lama menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia web development. Sejak diluncurkan pada tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf, PHP telah mengalami banyak perkembangan dan tetap relevan dalam ekosistem teknologi yang terus berubah. Namun, PHP bukan hanya sekadar bahasa pemrograman. Ini adalah fondasi dari banyak aplikasi web dinamis dan sistem manajemen konten. Sejarah dan Evolusi PHP sumber:freepik.com Awal Mula PHP PHP awalnya dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 sebagai serangkaian skrip Common Gateway Interface (CGI) untuk melacak kunjungan ke situs web pribadinya. Skrip ini kemudian berkembang menjadi sebuah alat yang disebut "Personal Home Page Tools" atau PHP Tools. Pada tahun 1995, Rasmus merilis PHP/FI (Personal Home Page / Forms Interpreter) yang merupakan versi pertama PHP yang dapat d...

π˜Όπ™π™π™„π™†π™€π™‡ (π™†π™…π˜Ώ) 𝘽𝘼𝘽 1

NAMA : HASYA DIAH SETYANINGRUM
KELAS : X   MULTIMEDIA 2
NO       : 14



SISTEM KOMPUTER

PEMBELAJARAN  BAB I 
SISTEM BILANGAN


1.1 Kegiatan Belajar 1
PENGERTIAN dan GAMBARAN UMUM SISTEM BILANGAN

Tujuan pembelajaran
•Menjelaskan  pengertian Sistem komputer
•Menjelaskan macam-macam sistem bilangan

A. Pengertian Sistem Komputer

    Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.Konsep dasar sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base(radix), absolute digital dan positional (place) value. 
       Sistem komputer adalah jaringan elemen-elemen yang saling  berhubungan, berbentuk satu kesatuan untuk menjelaskan suatu tujuan pokok dan sistem tersebut. Tujuan pokok dan siskom yaitu mengolah data untuk memperoleh informasi. 

Elemen-elemen dan sistem komputer yaitu:

1. Hardware adalah peralatan di sistem                  komputer yang secara fisik terlihat dan              dapat dijamah. Contohnya;keyboard, mouse
2. Software adalah program yang berisi                  perintah-perintah untuk melakukan                      pengolahan data. Ada 3 bagian utama                software; Sitem operasi, Bahasa                          pemrograman, Aplikasi. 
3. Brainware adalah manusia yang terlibat              dalam mengoperasikan serta mengatur              sistem komputer. 


      1. Kemampuan Komputer

  Kemampuan komputer yaitu kecepatannya (millisecond,nanosecond,atau piscosecond) dan kapasitas memorinya(byte) .

      2. Siklus Pengolahan Data

Suatu pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar yakni input->processing->output.

1.  Blok Input (masukan)
Fungsinya pintu masuk dari sitem komputer untuk menerima seluruh aktivitas masukan dari pengguna secara langsung atau tidak. 
Contohnya;pengetikan huruf, scanning, gambar dll

2. Blok Proses(pengolahan data) 
Bagian ini merupakan pusat aktivitas proses pengolahan berbagai data masukan yang diberikan oleh pengguna. 

3. Blok Output 
Perantara yang menjembatani antara blok proses dengan pengguna untuk melihat/mengambil hasil proses. 
Contohnya;tampilan layar monitor, hasil cetak, file data dll. 

B. Gambaran Umum Sistem Bilangan

    Contoh sitem bilangan adalah sitem biner, Oktal,Desimal, dan Heksadesimal. 
Radix adalah banyaknya suku angka atau digit yang digunakan dalam suatu sistem bilangan. 
     Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dan suatu sistem fisik. 

1.2 Kegiatan Belajar 2
SISTEM BILANGAN (DESIMAL, BINER, OKTAL, dan HEKSADESIMAL) 

Tujuan pembelajaran 
•Memahami sistem bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal) 
•Menjelaskan sistem bilangan(decimal,biner, octal, heksadesimal) 

A. Sistem Bilangan Desimal
 
      Sistem bilangan ini menggunakan 10 macam simbol berbentuk 10 digit angka.Bentuk nilai desimal dapat berupa integer desimal atau pecahan desimal.  
     Absolut value merupakan nilai muilak dari masing-masing digit di bilangan. position 
value (nilai tempat) merupakan penimbang atau bobot dan masing-masing digit 
bergantung pada posisinya,yaitu bemilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.
     Baik integer desimal maupun pecahan desimal dapat ditulis dengan bentuk
eksponensial. Setiap nilai desimal yang  
bukan nol dapat dituliskan dalam bentuk eksponensial standar (standard exponential
form), yaitu ditulis dengan mantissa dan eksponen. Mantissa merupakan nilai pecahan
yang digit pertama di belakang koma bukan beniilai nol.

B. Sistem Bilangan Biner

    Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2 digit yaitu 0 dan 1.Sistem bilangan biner menggunakan basis ².

C. Sistem Bilangan Oktal

    Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam simbol bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7. Sistem bilangan Oktal menggunakan basis 8.

D. Sistem Bilangan Heksadesimal

    Sistem bilangan ini menggunakan 16 macam simbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A, B, C, D, E, F. Menggunakan basis 16.
    Biasanya digunakan untuk alasan-alasan tertentu dibeberapa komputer, misal IBM Sistem/360, Data General, Nova, PDP_11 DEC. 

1.3 Kegiatan Belajar 3
KONVERSI BILANGAN

Tujuan pembelajaran
•Menjelaskan konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal)  
•Menghitung konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal) 
•Memahami konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal) 

A. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem                  Bilangan Biner

     Ada beberapa metode untuk mengkonversikannya.Metode pertama yang paling banyak digunakan dengan membagi nilai dia dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil Konvensi biasa disebut METODE SISA(Reminder method). 

B. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Oktal

     Untuk mengkonversikannya dapat  dilakukan dengan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan Oktal tersebut. 

C. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Heksadesimal

       Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan metode remainder method dengan  pembaginya adalah basis dari bilangan heksadesimal yaitu16. 

D. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Desimal 

     Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing bit dalam bilangan nilai tempatnya. 

E. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Oktal
     
     Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikannya tiap-tiap buah digit biner. 
  
F. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Heksadesimal
        
        Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikannya tiap-tiap empat buah digit biner. 

G. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Desimal
 
         Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya. 

H. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Biner

     Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit Oktal ke 3 digit biner

I. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Heksadesimal

       Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengubah dari bilangan Oktal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, kemudian dikonversikan ke heksadesimal. 

J.Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Desimal

       Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing digit bilangan dengan nilai 

K. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Biner

        Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner.
         
 L. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Oktal

         Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengubah dari heksadesimal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, baru dikonversikan ke Oktal. 


1.4 Kegiatan Belajar 4
SISTEM BILANGAN CODED DECIMAL dan BINARY CODED HEXADECIMAL 


  Tujuan pembelajaran

•Menjelaskan sistem bilangan Coded Desimal dan Binari CODED Hexadesimal
•Menghitung bilangan Coded Desimal dan Binari CODED Hexadesimal

A. Bentuk BCD (BINARY CODED HEXADECIMAL) 

    BCD merupakan sistem sandi dengan 6 bit, sehingga kombinasi yang dapat
digunakan sebagai sandi banyaknya adalah 2 pangkat 6 sama dengan 64 kombinasi.
Pada transmisi sinkron sebuah karakter dibutuhkan 9 bit, yang terdiri dari 1 bit awal, 6 bit.
   BCD (Binary Coded Decimal) merupakan kode biner yang digunakan hanya untuk
mewakili nilai digit desimal saja, yaitu angka 0-9.

B.Bentuk BCH (BINARY CODED HEXADECIMAL) 

  Bilangan heksadesimal dalam setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang
berbeda-beda angka dan huruf. Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit. Sebuah BCH mempunyai 4 bit biner untuk setiap tempat bilangan heksadesimal. 

C. ASCII Code-American Standard Code-for Information Interchange

  Dalam bidang komputer mikro, ASCII Code  mempunyai arti yang sangat khusus,
yaitu untuk mengkodekan karakter (huruf, angka, dan tanda baca yang Iainnya). Kode-
kode ini merupakan kode standar yang dipakai oleh sebagian besar sistem komputer
mikro. Selain huruf, angka dan tanda baca yang terdiri dari 32 karakter (contoh: ACK,
NAK), ASCII Code merupakan kontrol untuk keperluan transportasi data. 

ASCII merupakan sandi 7 bit, sehingga terdapat 2 pangkat 7 yang berarti ada 128 
macam simbol yang dapat disandikan dengan sistem sandi ini, sedangkan bit ke 8 
merupakan bit paritas. Sandi ini dapat dikatakan yang paling banyak dipakai sebagai 
standard pensinyalan pada peralatan komunikasi data. Untuk transmisi asinkron tiap
karakter disandikan dalam 10 atau 11 bit yang terdiri dari 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas, 
1 atau 2 bit akhir. 

END~




      






Komentar

Postingan populer dari blog ini

π™Žπ™„π™Žπ™π™€π™ˆ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ 𝘽𝘼𝘽 1 (π™Žπ™„π™Žπ™†π™Šπ™ˆ)

π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ-π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ π™…π˜Όπ™π™„π™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ π˜½π™€π™π˜Ώπ˜Όπ™Žπ˜Όπ™ π˜Ύπ™Šπ™‘π™€π™π˜Όπ™‚π™€ π˜Όπ™π™€π˜Ό (π™†π™…π˜Ώ)