NAMA : HASYA DIAH SETYANINGRUMKELAS : X MULTIMEDIA 2
NO : 14
SISTEM KOMPUTER
PEMBELAJARAN BAB I
SISTEM BILANGAN
1.1 Kegiatan Belajar 1
PENGERTIAN dan GAMBARAN UMUM SISTEM BILANGAN
Tujuan pembelajaran
•Menjelaskan pengertian Sistem komputer
•Menjelaskan macam-macam sistem bilangan
A. Pengertian Sistem Komputer
Sistem bilangan adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.Konsep dasar sistem bilangan, senantiasa mempunyai Base(radix), absolute digital dan positional (place) value.
Sistem komputer adalah jaringan elemen-elemen yang saling berhubungan, berbentuk satu kesatuan untuk menjelaskan suatu tujuan pokok dan sistem tersebut. Tujuan pokok dan siskom yaitu mengolah data untuk memperoleh informasi.
Elemen-elemen dan sistem komputer yaitu:
1. Hardware adalah peralatan di sistem komputer yang secara fisik terlihat dan dapat dijamah. Contohnya;keyboard, mouse
2. Software adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan pengolahan data. Ada 3 bagian utama software; Sitem operasi, Bahasa pemrograman, Aplikasi.
3. Brainware adalah manusia yang terlibat dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
1. Kemampuan Komputer
Kemampuan komputer yaitu kecepatannya (millisecond,nanosecond,atau piscosecond) dan kapasitas memorinya(byte) .
2. Siklus Pengolahan Data
Suatu pengolahan data terdiri dari 3 tahapan dasar yakni input->processing->output.
1. Blok Input (masukan)
Fungsinya pintu masuk dari sitem komputer untuk menerima seluruh aktivitas masukan dari pengguna secara langsung atau tidak.
Contohnya;pengetikan huruf, scanning, gambar dll
2. Blok Proses(pengolahan data)
Bagian ini merupakan pusat aktivitas proses pengolahan berbagai data masukan yang diberikan oleh pengguna.
3. Blok Output
Perantara yang menjembatani antara blok proses dengan pengguna untuk melihat/mengambil hasil proses.
Contohnya;tampilan layar monitor, hasil cetak, file data dll.
B. Gambaran Umum Sistem Bilangan
Contoh sitem bilangan adalah sitem biner, Oktal,Desimal, dan Heksadesimal.
Radix adalah banyaknya suku angka atau digit yang digunakan dalam suatu sistem bilangan.
Sistem bilangan (number system) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dan suatu sistem fisik.
1.2 Kegiatan Belajar 2
SISTEM BILANGAN (DESIMAL, BINER, OKTAL, dan HEKSADESIMAL)
Tujuan pembelajaran
•Memahami sistem bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal)
•Menjelaskan sistem bilangan(decimal,biner, octal, heksadesimal)
A. Sistem Bilangan Desimal
Sistem bilangan ini menggunakan 10 macam simbol berbentuk 10 digit angka.Bentuk nilai desimal dapat berupa integer desimal atau pecahan desimal.
Absolut value merupakan nilai muilak dari masing-masing digit di bilangan. position
value (nilai tempat) merupakan penimbang atau bobot dan masing-masing digit
bergantung pada posisinya,yaitu bemilai basis dipangkatkan dengan urutan posisinya.
Baik integer desimal maupun pecahan desimal dapat ditulis dengan bentuk
eksponensial. Setiap nilai desimal yang
bukan nol dapat dituliskan dalam bentuk eksponensial standar (standard exponential
form), yaitu ditulis dengan mantissa dan eksponen. Mantissa merupakan nilai pecahan
yang digit pertama di belakang koma bukan beniilai nol.
B. Sistem Bilangan Biner
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2 digit yaitu 0 dan 1.Sistem bilangan biner menggunakan basis ².
C. Sistem Bilangan Oktal
Sistem bilangan Oktal menggunakan 8 macam simbol bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7. Sistem bilangan Oktal menggunakan basis 8.
D. Sistem Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan ini menggunakan 16 macam simbol yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A, B, C, D, E, F. Menggunakan basis 16.
Biasanya digunakan untuk alasan-alasan tertentu dibeberapa komputer, misal IBM Sistem/360, Data General, Nova, PDP_11 DEC.
1.3 Kegiatan Belajar 3
KONVERSI BILANGAN
Tujuan pembelajaran
•Menjelaskan konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal)
•Menghitung konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal)
•Memahami konversi bilangan (decimal,biner, octal, heksadesimal)
A. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Biner
Ada beberapa metode untuk mengkonversikannya.Metode pertama yang paling banyak digunakan dengan membagi nilai dia dan sisa setiap pembagian merupakan digit biner dan bilangan biner dari hasil Konvensi biasa disebut METODE SISA(Reminder method).
B. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Oktal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan Oktal tersebut.
C. Konversi Bilangan Desimal ke Sistem Bilangan Heksadesimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan metode remainder method dengan pembaginya adalah basis dari bilangan heksadesimal yaitu16.
D. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Desimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing bit dalam bilangan nilai tempatnya.
E. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Oktal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikannya tiap-tiap buah digit biner.
F. Konversi Bilangan Biner ke Sistem Bilangan Heksadesimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikannya tiap-tiap empat buah digit biner.
G. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Desimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.
H. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Biner
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit Oktal ke 3 digit biner
I. Konversi Bilangan Oktal ke Sistem Bilangan Heksadesimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengubah dari bilangan Oktal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, kemudian dikonversikan ke heksadesimal.
J.Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Desimal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengalikan masing-masing digit bilangan dengan nilai
K. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Biner
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner.
L. Konversi Bilangan Heksadesimal ke Sistem Bilangan Oktal
Untuk mengkonversikannya dapat dilakukan dengan mengubah dari heksadesimal menjadi bilangan biner terlebih dahulu, baru dikonversikan ke Oktal.
1.4 Kegiatan Belajar 4
SISTEM BILANGAN CODED DECIMAL dan BINARY CODED HEXADECIMAL
Tujuan pembelajaran
•Menjelaskan sistem bilangan Coded Desimal dan Binari CODED Hexadesimal
•Menghitung bilangan Coded Desimal dan Binari CODED Hexadesimal
A. Bentuk BCD (BINARY CODED HEXADECIMAL)
BCD merupakan sistem sandi dengan 6 bit, sehingga kombinasi yang dapat
digunakan sebagai sandi banyaknya adalah 2 pangkat 6 sama dengan 64 kombinasi.
Pada transmisi sinkron sebuah karakter dibutuhkan 9 bit, yang terdiri dari 1 bit awal, 6 bit.
BCD (Binary Coded Decimal) merupakan kode biner yang digunakan hanya untuk
mewakili nilai digit desimal saja, yaitu angka 0-9.
B.Bentuk BCH (BINARY CODED HEXADECIMAL)
Bilangan heksadesimal dalam setiap tempat dapat terdiri dari 16 bilangan yang
berbeda-beda angka dan huruf. Bentuk biner untuk 16 elemen memerlukan 4 bit.
Sebuah BCH mempunyai 4 bit biner untuk setiap tempat bilangan heksadesimal.
C. ASCII Code-American Standard Code-for Information Interchange
Dalam bidang komputer mikro, ASCII Code mempunyai arti yang sangat khusus,
yaitu untuk mengkodekan karakter (huruf, angka, dan tanda baca yang Iainnya). Kode-
kode ini merupakan kode standar yang dipakai oleh sebagian besar sistem komputer
mikro. Selain huruf, angka dan tanda baca yang terdiri dari 32 karakter (contoh: ACK,
NAK), ASCII Code merupakan kontrol untuk keperluan transportasi data.
ASCII merupakan sandi 7 bit, sehingga terdapat 2 pangkat 7 yang berarti ada 128
macam simbol yang dapat disandikan dengan sistem sandi ini, sedangkan bit ke 8
merupakan bit paritas. Sandi ini dapat dikatakan yang paling banyak dipakai sebagai
standard pensinyalan pada peralatan komunikasi data. Untuk transmisi asinkron tiap
karakter disandikan dalam 10 atau 11 bit yang terdiri dari 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit paritas,
1 atau 2 bit akhir.
END~
Komentar
Posting Komentar