PHP: Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman

  PHP: "Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman" sumber:freepik.com PHP: Menjelajahi Dunia Pengembangan Web PHP, atau Hypertext Preprocessor , telah lama menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia web development. Sejak diluncurkan pada tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf, PHP telah mengalami banyak perkembangan dan tetap relevan dalam ekosistem teknologi yang terus berubah. Namun, PHP bukan hanya sekadar bahasa pemrograman. Ini adalah fondasi dari banyak aplikasi web dinamis dan sistem manajemen konten. Sejarah dan Evolusi PHP sumber:freepik.com Awal Mula PHP PHP awalnya dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 sebagai serangkaian skrip Common Gateway Interface (CGI) untuk melacak kunjungan ke situs web pribadinya. Skrip ini kemudian berkembang menjadi sebuah alat yang disebut "Personal Home Page Tools" atau PHP Tools. Pada tahun 1995, Rasmus merilis PHP/FI (Personal Home Page / Forms Interpreter) yang merupakan versi pertama PHP yang dapat d...

RESUME DESAIN MEDIA INTERAKTIF

HASYA DIAH SETYANINGRUM
XII MM 2/ 14 
MULTIMEDIA  2

 DESAIN MEDIA INTERAKTIF


A. Pengertian Multimedia Interaktif

    Multimedia Interaktif adalah media yang menggabungkan teks, grafik, video, animasi dan suara.

B. Jenis Multimedia Interaktif 

1. Online 
   Cara penyampaiannya melalui jalur atau saluran jaringan. Contoh : situs web, Yohoo messenger, dll.
2. Offline
   Cara penyampaiannya tidak melalui jalur atau saluran jaringan. Contoh : CD Interaktif Company Profil, media           pembelajaran, dll. 

C. Manfaat Multimedia Interaktif

    1. Promosi (Company profile, iklan)
    2. Tutorial (Penggunaan alat)
    3. Hiburan (Game)
    4. Dan lain-lain.

  • Tutorial

     Salah satu jenis model yang memuat penjelasan, rumus, prinsip, bagan, tabel, definisi istilah, latihan, dan percabangan yang sesuai. Tujuan dari model Tutorial untuk memberikan informasi, mengevaluasi/ pernyataan - pernyataan, dan adanya umpan balik sesuai dengan keinginan pengguna. 

  • Drill and Practice

        Model yang tidak memuat materi tetapi langsung pada berlatih dan praktik sesuai dengan teori yang pernah dilatih sebelumnya. Fungsi utama untuk memberikan latihan dan praktik sebanyak mungkin terhadap kemampuan pengguna. 

  • Simulasi

        Model yang disesuaikan dengan keadaan sebenarnya yang dihadapai oleh pengguna dengan tujuan untuk memperoleh pengertian global tentang proses. Simulasi digunakan untuk memperagakan sesuai dengan aslinya atau nyatanya sehingga pengguna merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya.

  • Instructional Games

        Model yang berisi tentang tata cara menjalankan atau suatu prosedur menjalankan proyek multimedia interaktif. Manfaat model ini adalah untuk meningkatkan kemampuan memahami suatu prosedur. Seperti halnya simulasi, game, pembelajaran, dll.

  • Hybrid

        Model yang menggabungkan dua atau lebih model multimedia interaktif. Tujuannya adalah untuk memperkaya kegiatan pengguna dalam memahami informasi/pengetahuan yang disampaikan pada multimedia interaktif. Contoh model hybrid adalah penggabungan model tutorial dengan model drill and practice.


      Konsep Pembuatan Media




  1. Concept

     Merumuskan ide dasar - dasar dari proyek multimedia yang akan dibuat dan dikembangkan. Terutama pada tujuan dan jenis proyek yang akan dibuat. Tahapan ini meliputi :
  • Menentukan Tujuan, saat kita membuat suatu media, parti berdasarkan tujuan. Tentukan tujuan dari media ini. Untuk media pembelajaran, untuk game atau permainan, untuk informasi, dll.
  • Memahami Karakteristik User, tingkat kemampuan pengguna (user) berbeda-beda dalam memahami desain, maka dari itu disesuaikan dengan karakteristik user. 

 2. Design

    Tahap dimana menjabarkan secara rinci apa yang akan dilakukan dan bagaimana proyek multimedia tersebut akan dibuat. Pembuatan naskah ataupun navigasi serta proses desain lain harus secara lengkap dilakukan. Biasanya dibuat Flowchart dan Storyboard. 

3. Material Collecting

    Merupakan proses untuk pengumpulan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proyek. Mengenai materi yang akan disampaikan, kemudian file-file multimedia seperti audio, video, dan gambar yang akan dimasukkan dalam penyajian proyek multimedia tersebut.

4. Assembly

    Yaitu penyusun, pembuatan, penataan tata letak dan keserasian berdasarkan etika atau watak karakter dan estetika/nilai rasa yang disampaikan. Pembuatan berdasarkan storyboard, Flowchart, struktur navigasi, atau diagram pada tahap desain.

5. Testing 

    Setelah hasil dari proyek multimedia jadi, perlu dilakukan uji coba. Uji coba dilakukan dengan menerapkan hasil dari proyek multimedia tersebut pada pembelajaran secara minor. Hal ini dimaksudkan agar apa yang telah dibuat sebelumnya memang tepat sebelum dapat diterapkan dalam pembelajaran secara massal. 

6. Distribution 

    Tahap penggandaan dan penyebaran hasil kepada pengguna. Multimedia perlu dikemas dengan baik sesuai dengan media penyebar luasannya, apakah melalui CD/DVD, download, ataupun media yang lain.

 

STORYBOARD

 

1. Pengertian Storyboard 

    Storyboard adalah kumpulan sketsa gambar yang disusun dengan berurutan yang disesuaikan dengan ide atau naskah agar cerita yang akan di sampaikan dapat diterima dengan mudah. 

2. Fungsi Storyboard 

  • Memberikan penjelasan tentang alur cerita berdasarkan gambaran besar, mulai dari awal cerita, bagian tengah, hingga akhir cerita.
  • Storyboard berfungsi sebagai media untuk perencanaan media pembelajaran
  • Memudahkan dalam membuat dan memahami sebuah alur pada pembuatan media interaktif.

3. Manfaat Storyboard

  • Memudahkan dalam membuat desain atau rancangan media interaktif yang akan dibuat
  • Sebagai panduan ketika membangun media interaktif agar sesuai dengan apa yang diharapkan.

* Storyboard Multimedia Interaktif sedikit berbeda dengan storyboard pembuatan film dan animasi, dimana lebih ditekankan pada alur fungsi dari tombol dan halaman sehingga lebih mudah untuk memahaminya.  

-Contoh 1-

• Nama tombol dan icon langsung dituliskan dalam 1 halaman
• Penjelasan dikolom yang berbeda ( disamping atau bawahnya )
• Bagian atas terdapat keterangan nomer, sin

-Contoh 2-

• Desain tampilan dikolom tersendiri atau terpisah dari kolom keterangan

-Contoh 3-

• Terdapat keterangan posisi scene
• Visual gambar berisi user interface
• Keterangan audio
• Keterangan scene dan fungsi button

-Contoh 4-

• Terdapat kolom untuk sketsa
• Keterangan frame atau slide
• Catatan disamping dan audio dibawah

-Contoh 5-

• Storyboard landscape yang belum dikembangkan

 

Konsep Multimedia Interaktif


            Multimedia berasal dari bahasa latin yaitu multi berarti banyak atau bermacam-macam dan media yang berasal dari kata medium berarti perantara,atau sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Multimedia dapat berarti penggunaan media yang merupakan kombinasi antara satu atau lebih dari teks teks, gambar (image), video, dan atau audio sebagai satu kesatuan untuk menyampaikan pesan atau informasi tertentu kepada audiens.

  • Heinich, Russel Molenda & Smaldino (1999) multimedia merupakan gabungan dari dua atau lebih format media (teks, gambar, audio, video, dan animasi) yang terintegrasi ke dalam satu bentuk informasi atau program instruksi.
  • Vaughan (2008) multimedia adalah komposisi dari berbagai media yang disampaikan menggunakan perangkat digital atau komputer.
  • Turban,dkk ( 2002) multimedia adalah komposisi dari dua atau lebih media input atau output dari data, dimana media tersebut dapat berupa audio (suara/musik), animasi, video, teks, grafik/gambar.

            - Multimedia Linear

    Multimedia linear adalah suatu multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol apapun yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan sekuensial (berurutan), contohnya TV dan film.

             - Media Interaktif 

    Media interaktif biasanya mengacu pada produk dan layanan digital pada sistem berbasis komputer yang merespon tindakan pengguna dengan menyajikan konten seperti teks, gambar bergerak, animasi, video, audio, dan video game. 


1. Struktur Navigasi Linear 

        Merupakan struktur yang mempunyai satu rangkaian cerita berurutan . Struktur ini menampilkan satu demi satu tampilan layar secara berurutan menurut aturannya . Struktur Navigasi Linear merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita berurut . Tampilan yang dapat ditampilkan pada struktur jenis ini adalah satu halaman sebelumnya atau satu halaman sesudahnya tidak dapat dua bercabang , yaitu merupakan suatu struktur yang mengandalkan percabangan untuk menampilkan data atau gambar pada layar dengan criteria tertentu . Tampilan pada menu pertama disebut master page ( halaman utama satu ) , halaman tersebut mempunyai halaman percabangan yang disebut slave page ( halaman pendukung ) dan jika dipilih menjadi halaman kedua , begitu seterusnya . 

2. Struktur Navigasi Nonlinier 

        Struktur navigasi nonlinier ( tidak terurut ) merupakan pengembangan dari struktur navigasi linier , hanya saja pada navigasi ini diperkenankan untuk membuat percabangan . Percabangan pada struktur nonlinier berbeda denagn percabangan pada struktur hirarki , pada struktur ini kedudukan semua page sama , sehingga tidak dikenal dengan adanya master atau slave page .

3.  Struktur Navigasi Composite  (Campuran ) 

        Merupakan gabungan dari struktur sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas , maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan . Struktur ini paling banyak digunakan dalam pembuatan aplikasi multimedia .

4. Navigasi Composite (Campuran) 

        Merupakan struktur gabungan dari ketiga struktur sebelumnya . Struktur ini disebut juga struktur navigasi bebas . Kelebihan dengan menggunakan struktur navigasi ini adalah suatu aplikasi mampu memberikan keterkaitan informasinya lebih baik.


Contoh Multi Media Pembelajaran Interaktif Online

     

    ⇒ Media Pembelajaran Online Berbentuk Audio

Contoh media pembelajaran Online yang berbentuk audio antara lain:

  1. Radio Edukasi Kemdikbud (radioedukasi.kemdikbud.go.id)
  2. Suara Edukasi (suaraedukasi.kemdikbud.go.id)
  3. Jogja Belajar Radio (jbradio.jogjabelajar.org)
  4. Podcast English First (Podcast untuk belajar listening Bahasa inggris)
  5. Sumber Belajar Kemdikbud Audio (sumber.belajar.kemdikbud.go.id)

  • Multimedia untuk Pembelajaran Online : Google Classroom, Microsoft Teams, Moodle, Fedena, Edmodo, Schoology, PesonaEdu, Fisikanet Lipi, Kelas Digital Rumah Belajar Kemdikbud, Laboratorium maya Rumah Belajar Kemdikbud dan lain sebagainya.
  • Multimedia untuk Latihan Soal Online : Google Form, Office Form, Quizziz, dan lain-lain
  • Media pembelajaran berbasis web : WordPress Edublogs, Blogspot, Google site, Indonesia Montessory, Selingkar, Wolfram Alpha dan lain sebagainya.
  • Media Pembelajaran Online berbasis Games : m-edukasi kemdikbud, games pembelajaran di playstore/app store, dan lain-lain
  • Media Pembelajaran untuk study literasi : Google Search, Bing Search, Wikipedia, Wikihow,
  • Media pembelajaran Literasi Geografis : Google Maps, Bing Maps, Wordwide Telescope, Microsoft Photosync dan lain-lain.
  • Media Pembelajaran terjemah Bahasa : KBBI Online Kemdikbud, Google Translator, Bing Translator, Kamus online dan lain sebagainya
  • Media Pembelajaran Kelas Jarak Jauh : Zoom, Google Meet, Whatsapp VC Grup, Skype, Microsoft Teams, Cisco Webex dan lainnya

 →Multimedia Pembelajaran Interaktif Online berbentuk Audio Visual 

  • Media Pembelajaran Kelas Jarak Jauh : Zoom, Google Meet, Whatsapp VC Grup, Skype, Microsoft Teams, Jogja Belajar Class dan lainnya
  • Multimedia Pembelajaran berbasis Video Audio Visual : Rumah Belajar Kemdikbud, Youtube, Vimeo, Jogja Belajar Budaya, Ruang Guru, QuipperClass, Zenius Education, Sekolahmu, Kelas Pintar, dan masih banyak lagi lainnya.

        ⇒ Media Pembelajaran Interaktif Offline

→Media Pembelajaran Offline Berbentuk Audio

        Media pembelajaran audio offline contohnya  rekaman cerita/fable/wayang/lagu nasional/lagu daerah baik melalui kaset pita, compact disk , maupun flashdisk. Untuk media aplikasi offline contohnya Tiny Piano. Sedangkan untuk media perangkat keras contohnya Phonograph, Gramaphone, dan lain-lain.

→Multimedia Pembelajaran Offline Berbentuk Visual

        Multimedia Pembelajaran Offline Visual contohnya Aplikasi Rakentest, Software Kalkulator Ilmiah Sicyon Lite,  Animals for Kids, Chinese Toolbox, ChemDigit, Celestia Portable, Anathomy Illustrator, Smart Draw, Bone Lab, berbagai macam aplikasi kamus offline, Start Chart dan lain-lain. Oya, untuk menemukan berbagai aplikasi offline ini bisa mencari dan mendownload master softwarenya di internet kemudian diinstal di laptop/PC masing-masing. Selamat bereksplorasi!

→Media Pembelajaran Offline Berbentuk Audio Visual

        Multimedia pembelajaran audio visual offline bisa berupa film anak, film kartun di televisi, hingga game pembelajaran offline yang bisa kita download di internet.

        ⇒ Aplikasi Online Offline untuk Membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif

→Aplikasi Pembuat Multimedia Pembelajaran Digital Audio

        Aplikasi untuk membuat media pembelajaran berbentuk audio yang bisa digunakan adalah Anchor, Castbox, Google Podcast, Pocket Cast, Podbean, Podcast Addict, Podcast Go, Portable Balabolka, Vocaroo dan lain sebagainya.

→Aplikasi untuk Membuat Meida Pembelajran Interaktif Visual

    Software Aplikasi pembuat Multimedia Pembelajaran Interaktif Visual bisa menggunakan beberapa pilihan di bawah ini :

  1. Microsoft Powerpoint (membuat presentasi dan video visual recording)
  2. Google Slide (membuat presentasi slide)
  3. Libre Office (membuat presentasi slide)
  4. Prezi (membuat Presentasi berbasis frame/canvas dinamis)
  5. Focusky (membuat Presentasi berbasis frame/canvas dinamis)
  6. VideoScribe (membuat Video berbasis whiteboard/ handwriting)
  7. Whiteboard Fi (media canvas whiteboard online)
  8. GoAnimate (membuat Video Animasi)
  9. PowToon (membuat Video Animasi)
  10. Animiz (membuat Video Animasi)
  11. Flypaper (membuat video animasi)
  12. Comic Strip Creator (membuat Digital Comic)
  13. Clip Studio Paint Pro (membuat Digital Comic)
  14. ComicPo (membuat Digital Comic)
  15. Canva (membuat Infografik dan Poster)
  16. DesignCap (membuat Infografik dan Poster)
  17. Easy Test Maker (Membuat Soal Kuis)
  18. Class Marker (Membuat Soal Kuis)
  19. Quizizz (membuat Kuis Online)
  20. Quizlet (Membuat Soal Kuis)
  21. EquatIO (merancang media Matematika Online)
  22. Scratch (membuat Animasi dan cerita interaktif)
  23. Padlet (membuat Ruang Belajar Kelompok/Kolaborasi Online)
  24. Flip Grid (membuat Ruang Belajar Kelompok/Kolaborasi Online)

→Aplikasi Pembuat Media Pembelajaran Interaktif Audio Visual

        Dan selanjutnya, software aplikasi untuk membuat Multimedia Pembelajaran Interaktif  Audio Visual bisa menggunakan beberapa pilihan di bawah ini :

  1. Kahoot (membuat kelas digital)
  2. Google Classroom (membuat kelas digital)
  3. Microsoft Teams (membuat kelas digital)
  4. LMS Canvas (membuat kelas digital)
  5. Quora (membuat kelas digital)
  6. Open Study (membuat kelas digital)
  7. Lectora (membuat kelas digital)
  8. MIT App Inventor (membuat aplikasi belajar berbasis android)
  9. Unity (membuat aplikasi belajar berbasis android)
  10. ISpring (membuat aplikasi belajar berbasis android)
  11. Macromedia Flash (membuat game pembelajaran)
  12. Movie Maker (membuat Video Pembelajaran)
  13. Camtasia (membuat Video Pembelajaran)
  14. Filmora Wondershare (membuat Video Pembelajaran)
  15. KineMaster (membuat Video Pembelajaran)

 

BAB 1. KONSEP MULTIMEDIA INTERAKTIF


Pengertian Multimedia Interaktif – Istilah multimedia berawal dari teater. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium atau sering kali disebut dengan pertunjukan multimedia. Lalu apa perbedaan multimedia dengan multimedia interaktif.

A. Pengertian Multimedia Interaktif

    Dilihat dari bahasanya, kata multimedia berasal dari bahasa Latin, yakti pada kata multi yang memilliki arti banyak atau bermacam-macam, medium yang memiliki arti sesuatu yang dapat digunakan untuk bisa menyampaikan maupun membawa sesuatu. Dengan kata lain, multimedia merupakan kombinasi atau penggabungan teks, gambar, suara, animasi, dan video yang disampaikan dengan komputer atau dimanipulasi secara digital.
    Sedangkan pengertian dari Multimedia Interaktif yaitu merupakan suatu multimedia yang sudah dilengkapi dengan alat pengontrol yang bisa dioperasikan oleh para penggunanya, yang mana pengguna tersebut sudah bisa memilih apa yang ingin di lakukannya untuk menuju ke proses selanjutnya.

Adapun pendapat dari beberapa ahli  mengenai pengertian dari multimedia interaktif:

  • Munir berpendapat, multimedia interaktif merupakan sebuah tampilan multimedia yang sudah dirancang oleh perancang atau designer, hal tersebut dilakukan agar tampilannya dapat memenuhi fungsinya yaitu untuk dapat menginformasikan pesan dan juga mempunyai interaktifitas ke para penggunanya.
  • Philips pada tahun 1997 , berpendapat bahwa multimedia interaktif merupakan suatu frase yang dapat menggambarkan gelombang baru dari perangkat lunak pada komputer. Terkhusus yang memiliki kaitan dengan bagian suatu informasi.
  • Elsom Cook pada tahun 2001, berpendapat pengertian dari multimedia interaktif yaitu suatu kombinasi dari segala komunikasi saluran yang dapat menjadikan pengalaman kounikatif dengan lebih terkoordinasi yang dapat bahasa lintas-channel dan sudah terintegrasi penafsirannya pun tidak ada.

    Pengertian dari interaktif juga berkaitan erat dengan komunikasi pada dua maupun lebih arah dari komponen komunikasi. Komunikasi pada multimedia interaktif yang berbasis komputer yaitu suatu hubungan manusia (baik itu sebagai pengguna produk) dengan komputer ( baik itu pada aplikasi, software maupun produk di dalam format sebuah file yang tertentu. Umumnya terdapat pada bentuk CD). Maka dengan itu, produk, CD dan juga aplikasi sangat diharapkan mempunyai hubungan dua arah atau timbal balik diantara aplikasi maupun software dengan user.
    Dari beberapa penjelasan diatas, maka yang bisa kita ambil kesimpulannya yaitu bahwasanya multimetia interaktif adalah sebuah tampilan dari multimedia yang telah dirancang agar tampilannya tersebut bisa memenuhi fungsinya yaitu dapat menginformasikan suatu pesan dan mempunyai interaksi ke para penggunanya.
    Tampilan dari multimedia juga suatu gabungan dari berbagai media seper audio dan juga visual yang terdiri dari gambar, vide, grafis, teks, foto, audio dan juga animasi yang sudah terintegrasi dan sudah di kemas menjadi sebuah file digital atau biasa di sebut dengan komputerisasi.

Pengertian Multimedia Interaktif

    Multimedia interaktif merupakan bentuk media yang menggabungkan banyak unsur dilengkapi dengan alat pengontrol. Dengan demikian, pengguna dapat memilih proses selanjunya secara aktif.Adapun unsur yang digabungkan dalam multimedia interaktif antara lain, teks, grafik (imag), audio, dan interaktivitas. Interaktivitas bukanlah media, tetapi sebuah rancangan di balik program pada multimedia.Dengan adanya interaktivitas, seseorang dapat leluasa mengakses berbagai bentuk media pada program multimedia.
    Penggunaan multimedia interaktif biasanya ditemukan pada game yang menyertakan alat sebagai kontrol, sehingga pemain dapat menentukan dalam permainan tersebut. Multimeda digunakan pada tayangan televisi atau film. Namun, penggunanya tidak bisa mengendalikan dan menentukan proses selanjutnya. Bentuk interaksi multimedia dengan pengguna yakni ketika pengguna menggunakan tombol navigasi untuk melanjutkan ke halaman (frame) selanjutnya dan menginputkan teks pada halaman multimedia.

Fungsi Multimedia Interaktif

Yanuar Rahman pada presentasinya menuliskan dan juga menyimpulkan beberapa dari fungsi multimedia interaktif yaitu sebagai berikut :

  1. Dapat berfungsi sebagai komunikasi antara bisnis dan konsumen. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan pada e-commerce.
  2. Dapat berfungsi sebagai komunikasi antar konsumen. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan untuk sosial media.
  3. Dapat berfungsi sebagai komunikasi pada E-learning. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan untuk training dan juga alat bantu dalam pengajaran.
  4. Dapat berfungsi sebagai hiburan. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan untuk permainan atau games.
  5. Dapat berfungsi sebagai komunikasi pemerintah. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan untuk layanan masyarakat maupun informasi publik.
  6. Dapat berfungsi sebagai komunikasi kebudayaan. Pada fungsi ini biasanya sering dimanfaatkan untuk galeri maupun informasi museum.

Tidak hanya itu, pada aktivitas pembelajaran dikelas, multimedia juga bisa berfungsi sebagai suatu suplemen yang memiliki sifat opsional, komplemen atau pelengkan dan bahkan substitusi atau pengganti guru.

1. Tambahan (Suplemen)

    Multimedia dapat dikatakan menjadi tambahan atau suplemen, jika guru maupun siswa memiliki kebebasan dalam memilih. Apakan akan menggunakan multimedia maupun tidak untuk dapat materi pelajaran yang tertentu. Dalam kasus ini, tak ada kewajiban untuk seorang guru maupun siswa untuk dapat memanfaatkan multimedia.
    Walaupun memiliki sifat yang opsional, guru yang menggunakan multimedia dengan tepat di dalam mengajar siswa maupun para siswa itu sendiri berusaha untuk mencari dan kemudian dapat memanfaatkan multimedia tersebut tentulah akan mempunyai tambahan wawasan maupun pengetahuan.

2. Pelengkap (Komplemen)

    Multimedia dpaat dikatakan menjadi pelengkap atau komplemen, jika multimedia tersebut sudah di programkan untuk bisa menunjang maupun melengkapi materi pembelajaran yang akan diterima siswa tersebut didalam kelas.
Sebagai pelengkap, multimedia telah diprogramkan menjadi sebuah materi pengayaan atau reinforcement maupun remedial untuk siswa dalam mengikuti aktivitas dalam pembelajaran.

3. Pengganti (Substitusi)

    Multimedia dapat dikatakan mencadi pengganti atau substitusi, jika multimedia tersebut bisa menggantikan sebagian besar peran seorang guru. Hal tersebut bisa menjadi alternatif menjasi suatu model pembelajaran.
Tujuannya yaitu agar seluruh siswa bisa dengan luwes untuk mengelola aktiviras pembelajarannya yang sesuai dengan gaya belajar, waktu, dan juga kecepatan belajar dari tiap-tiap siswa.

Konsep Multimedia Interaktif

    Konsep dari multimedia interaktif juga tidak luput dari penggabungan antara gambar, video, teks, audio, animasi dan lain sebagainya. Dimana beebrapa hal tersebut setelah digabungkan akan menjadikan sebuah karya yang baik dan menarik bagi setiap orang yang melihatnya.
    Tidak hanya itu, setiap hal yang ingin dimasukkan ke dalam multimedia juga harus dirancang dengan baik oleh seseorang yang disebut dengan designer, agar setiap hal yang divisualisasikan dapat membuat pengguna merasa terkesan ketika melihatnya.

 

B. Jenis Multimedia Interaktif

    Jenis Multimedia Interaktif – Jenis Multimedia berasal dari kata ‘multi’ dan ‘media’. Multi berarti banyak, dan tempat berarti tempat, layanan atau alat yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Jadi berdasarkan kata ‘multimedia’ bisa dirumuskan sedagai wadah atau penyatuan lebih dari satu tempat yang setelah itu didefinisikan sebagai elemen-elemen pembentukan multimedia. Elemen-elemen berikut layaknya teks, gambar, suara, animasi, dan video. Multimedia merupakan suatu rencana dan teknologi baru bidang teknologi informasi, di mana Info di dalam wujud teks, gambar, suara, animasi, dan video disatukan di dalam computer untuk di simpan, diproses dan di sajikan baik secara liner mahupun interaktif.
    Oleh itu, bersama memadukan seluruh elemen multimedia berikut menjadikan Info di dalam wujud multimedia yang bisa diterima oleh indera penglihatan dan pendengaran, lebih mendekati wujud aslinya di dalam dunia sebenarnya. Multimedia enteraktif adalah kalau suatu aplikasi terdapat seluruh elemen multimedia yang tersedia dan pemakai user diberi keputusan atau kekuatan untuk mengawal dan memunculkan elemen-elemen tersebut. Ada apa saja Jenis–Jenis Multimedia yang bisa kita ketahui.
T    erdapat banyak model multimedia interaktif yang digunakan untuk tujuan pembelajaran, diantaranya tutorial, drill and practice, simulasi, instructional games, hybrid, socratic, inquiry dan informational.

      ⇒ Jenis Multimedai Untuk Pembelajaran

a. Tutorial

    Model tutorial adalah salah satu jenis model pembelajaran yang memuat penjelasan, rumus, prinsip, bagan, tabel, definisi istilah, latihan dan branching yang sesuai. Disebut branching karena terdapat berbagai cara untuk berpindah atau bergerak melalui pembelajaran berdasarkan jawaban atau respon pengguna terhadap materi, soal-soal atau pertanyaan-pertanyaan.
    Jenis ini melibatkan presentasi informasi. Tutorial secara khusus terdiri dari diskusi mengenai konsep atau prosedur dengan pertanyaan bagian demi bagian atau kuis pada akhir presentasi. Instruksi tutorial biasanya disajikan dalam istilah “”Frames” yang berhubungan dengan sekumpulan tampilan.
    Model tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu, komputer menyampaikan materi, mengajukan pertanyaan dan memberikan umpan balik sesuai dengan jawaban pengguna.

b. Drill and practice

    Model drill and practice menganggap bahwa konsep dasar telah dikuasai oleh pengguna dan mereka sekarang siap untuk menerapkan rumus-rumus, bekerja dengan kasus-kasus konkret, dan menjelajahi daya tangkap mereka terhadap materi. Fungsi utama latihan dan praktik dalam program pembelajaran berbantuan komputer memberikan praktik sebanyak mungkin terhadap kemampuan siswa.
    Cara kerja Drill and practice ini terdiri dari tampilan dari sebuah pertanyaan atau masalah, penerimaan respon dari pengguna, periksaan jawaban, dan dilanjutkan dengan pertanyaan lainnya berdasarkan kebenaran jawaban. Jenis ini tidak menampilkan suatu instruksi, tetapi hanya mempraktekkan konsep yang sudah ada. Jadi jenis ini merupakan bagian dari testing.

c. Simulasi

    Simulasi dengan situasi kehidupan nyata yang dihadapi pengguna, dengan maksud untuk memperoleh pengertian global tentang proses. Simulasi digunakan untuk memperagakan sesuatu (keterampilan) sehingga pengguna merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Simulasi banyak digunakan pada pembelajaran materi yang membahayakan, sulit, atau memerlukan biaya tinggi, misalnya untuk melatih pilot pesawat terbang atau pesawat tempur.

d. Instructional Games

    Model ini jika didesain dengan baik dapat memanfaatkan sifat kompetitif pengguna untuk memotivasi dan meningkatkan belajar. Seperti halnya simulasi, game pembelajaran yang baik sukar dirancang dan perancang harus yakin bahwa dalam upaya memberikan suasana permainan, integritas tujuan pembelajaran tidak hilang.

e. Hybrid

    Model hybrid adalah gabungan dari dua atau lebih model multimedia pembelajaran. Contoh model hybrid adalah penggabungan model tutorial dengan model drill and practice dengan tujuan untuk memperkaya kegiatan pengguna, menjamin ketuntasan belajar, dan menemukan metode-metode yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran. Meskipun model hybrid bukanlah model yang unik, tetapi model ini menyajikan metode yang berbeda dalam kegiatan pembelajaran. Model hybrid memungkinkan pengembangan pembelajaran secara komprehensif yaitu menyediakan seperangkat kegiatan belajar yang lengkap.

f. Socratic

    Model ini berisi percakapan atau dialog antara pengguna dengan komputer dalam natural language. Bila pengguna dapat menjawab sebuah pertanyaan disebut Mixed-Initiative CAI. Socratic berasal dari penelitian dalam bidang intelegensia buatan (Artificial Intelegence).

g. Inquiry

    Model Inquiry adalah suatu sistem pangkalan data yang dapat dikonsultasikan oleh pengguna, dimana pangkalan data tersebut berisi data yang dapat memperkaya pengetahuan pengguna.

h. Informational

    Informational biasanya menyajikan informasi dalam bentuk daftar atau tabel. Informational menuntut interaksi yang sedikit dari pengguna.

Jenis Multimedia Interaktif Menurut Fungsi

Ada beberapa style atau style multimedia interaktif yang digunakan untuk object pembelajaran, diantaranya tutorial, drill and practice, simulasi, instructional games, hybrid, socratic, inquiry dan informational.

Multimedia Hiperaktif

    Jenis Multimedia Hiperaktif mempunyai susunan dengan dengan elemen – elemen mengenai yang dapat di arahkan oleh pengguna dengan dengan tautan link menuju elemen – elemen multimedia yang ada. Richmedia merupakan arti  yang di memakai untuk menyebut, Multimedia Hiperaktif. Misalnya seperti Word wide web, Website, Mobile banking, Game online dan lain-lain.

Jenis Multimedia Linear

    Multimedia Linear merupakan style multimedia yang berjalan lurus, multimedia seperti ini umumnya banyak kami temukan terhadap seluruh style film, Tutorial video, dan sebagainya. Sedangkan untuk multimedia interaktif merupakan style multimedia interaksi, artinya suatu hubungan terhadap sarana dan pengguna sarana dengan dengan melalui perlindungan komputer, mouse, keyboard dan sebagainya.  Interaksi multimedia seperti ini berjalan tanpa pemeriksaan navigasi dari penguna, Penyajian multimedia liner perlu berurutan atau sekussial dari awal sampai akhir.

Multimedia Presentasi Pembelajaran

    Multimedia presentasi pembelajaran merupakan alat bantu bagi guru untuk sistem pembelajaran di kelas, tetapi tidak mengantikan peran guru secara keseluruhan dalam mengajar.

Multimedia Pembelajaran Mandiri

    Multimedia pembelajaran berdiri sendiri merupakan suatu software yang dapat dimanfaatkan secara berdiri sendiri oleh siswa tanpa perlindungan guru. Multimedia pembelajaran berdiri sendiri juga perlu dapat dalam mengkombinasikan explicit, knowledge, dan tacit information mempunyai kandungan fitur asemen untuk latihan ujian dan simulasi juga juga tahapan dalam pemecahan suatu masalah. Contoh dari multimedia pembelajaran berdiri sendiri adalah, Macromedia Authorware atau Adobe Flash.

Perangkat Multimedia

    Multimedia kits merupakan suatu kumpulan materi atau pembelajaran yang meliputi lebih dari satu style sarana yang diorganisir di lebih kurang topik utama. Didalamnya juga juga CD ROOM, KASET, AUDIO, GAMBAR DIAM, STUDY  CETAK, TRANSPARANSI OVERHEAD. Tujuannya adalah untuk sistem presentasi di dalam kelas keunggulan: multimedia kits membakitkan sebab mereka multi sensorik. Multimedia kits jadi maksime serta ideal sebagai sarana untuk merangsang kerja grup proyek kecil, kits mempunyai keunggulan tersendiri, yakni dapat di angkut dan digunakan di luar kelas (logiostik).

Multimedia Hypermedia

    Ini merupakan perpanjangan dari Hipertex, yakni dokumen yang terdiri dari teks, audio, Info visual yang disimpan dalam komputer. Contoh dari hypermedia yakni saat dalam suatu pembelajaran mengunakan link terhadap sebuah web.

Multimedia

    Sistem pembelajaran interaktif merupakan sistem pengiriman atau perlindungan pelajaran yang direkam secara visual, nada dan bahan video yang di sajikan di bawah pemeriksaan komputer. Tujuannya supaya tidak cuma menyaksikan dan mendengar suara, tetapi juga untuk membawa dampak tanggapan secara aktif dari siswa.
    Keunggulan dari sistem ini yakni terdapatnya beberapa teks, audio, graif, gambar, diam dan seluruh gerak gambar dapat dikombinasikan supaya mudah di gunakan.

Multimedia Virtual Reality

    Virtual reality atau dikenal juga dengan dengan realitas maya merupakan teknologi untuk pembelajaran yang sangat barangkali pengguna untuk dapat berinteraksi dalam suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer.
Entah itu suatu lingkungan yang sesungguhnya ditiru atau sangat suatu lingkungan yang cuma tersedia dalam imajinasi. 

  

C. Manfaat Multimedia Interaktif

    Manfaat Multimedia Interaktif – Pembelajaran yang menggunakan Media Teknologi informasi dan komunikasi atau menggunakan hasil dari produk multimedia bisa disebut dengan Pembelajaran berbasis Media Multimedia Interaktif. Kemudian dalam hal ini, Penggunaan multimedia dalam pembelajaran Interaktif memerlukan Konsep yang menarik serta bahan ajar yang terasa nyata. 
    Pembelajaran dengan menggunakan Multimedia Interaktif mampu memberikan pemahaman dengan cepat dan akurat serta tidak mudah membuat anak-anak Bosan dan ngantuk. Pembelajaran menggunakan Media Interaktif di maksudkan untuk memberikan bahan ajar secara menarik serta terasa nyata dalam penyampaiannya.
Penggunaan Multimedia bisa memadukan antara Unsur-unsur Multimedia seperti Text, Gambar, Animai, Audio dan Video. Ada beberapa Manfaat yang bisa di dapatkan ketikan menggunakan Multimedia Interaktif dalam Dunia Pendidikan.    
    Media interaktif memiliki banyak manfaat dalam semua bidang kehidupan manusia,mulai dari bidang pendidikan,kesehatan,bisnis,teknik,komunikasi bahkan hiburan.

Manfaat Multimedia Interaktif

1. Multimedia Interaktif Bidang Pendidikan

Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang utama yang mendapat manfaat dari teknologi multimedia interaktif. Hal ini tampak dari berbagai aplikasi yang digunakan dalam bidang pendidikan,seperti e-learning,e-book,dan e-training.
Manfaat Multimedia Interaktif dalam bidang Pendidikan / Khususnya Pembelajaran. Multimedia sangat membantu dalam dunia pendidikan disebabkan oleh beberapa faktor berikut.

  • Multimedia dapat menampilkan objek biologi yang sangat kecil, seperti kuman, bakteri, dan mikroorganisme lainnya untuk dapat dilihat dan dipelajari.
  • Multimedia dapat menampilkan objek yang sangat besar dan jauh seperti planet,sistem tata surya,bentuk gunung,dataran tinggi,dan lain sebagainya.
  • Multimedia dapat menampilkan animasi dari objek yang bergerak.
  • Multimedia dapat menambah daya tarik siswa untuk mengamati berbagai objek.

Proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar dapat ditingkatkan, dan proses belajar mengajar dapat dilakukan dimana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

Adapun keuntungan dan manfaat multimedia interaktif di bidang pendidikan sebagai berikut.

  1. Multimedia dapat membantu siswa dalam mengingat dan mengerti pelajaran.
  2. Multimedia menyampaikan isi pelajaran dengan canggih dan berkesan.
  3. Multimedia dapat menampilkan dan memberikan pengetahuan secara teks maupun gambar animasi tentang objek-objek yang sulit kepada siswa.
  4. Multimedia mampu menunjukkan dunia sekitar yang kaya dengan ilmu pengetahuan.
  5. Multimedia dapat membantu siswa menjadi tertarik pada pelajaran,sehingga proses belajar siswa tidak membosankan.
  6. Multimedia dapat membuat siswa menjadi lebih aktif,baik dengan guru maupun dengan siswa lain.

Ada berbagai model multimedia interaktif yang digunakan untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran, misalnya tutorial, drill and practice, simulasi, dan instructional games.

2. Multimedia Interaktif Bidang kesehatan

Pada bidang kesehatan, multimedia interaktif digunakan sebagai media bagi dokter untuk melihat ataupun melakukan simulasi virtual operasi, serta mengembangkan teknik yang sesuai untuk mencegah terjadinya penyakit menular oleh virus dan bakteri.

3. Multimedia Interaktif  Bidang bisnis dan pemasaran

Multimedia interaktif mempunyai peranan penting dalam bidang bisnis, karena dapat digunakan sebagai media promosi. Multimedia interaktif memiliki kelebihan untuk menarik minat calon pembeli, karena gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan. Adapun contoh aplikasi multimedia pada bidang bisnis adalah e-commerce dan m-commerce.

4.  Multimedia Interaktif  Bidang teknik

Pada bidang teknik, multimedia dimanfaatkan dalam berbagai aplikasi dan software simulasi yang berbasis teknik. Simulasi yang di gunakan dapat menampilkan objek-objek dua dimensi dan tiga dimensi yaang dapat membantu di bidang teknik industri, teknik mesin, dan teknik sipil.

5.  Multimedia Interaktif  Bidang transportasi dan komunikasi

Pada bidang transportasi, multimedia digunakan untuk menampilkan sistem navigasi sebuah pesawat atau kapal laut. Pada navigasi kapal laut, multimedia dapat digunakan untuk menentukan koordinat dan arah gerak kapal.
Pada bidang komunikasi, multimedia dimanfaatkan untuk mempermudah manusia bertukar informasi. Pada perangkat mobile seperti smartphone, tablet, dan iphone, sudah banyak menggunakan multimedia khususnya dalam content mobile.

6. Multimedia Interaktif  Bidang hiburan

Pada bidang hiburan, teknologi multimedia interaktif dapat menghasilkan permainan yang lebih menarik. Selain itu, multimedia juga digunakan untuk pembuatan film,baik film animasi dua dimensi (2D), tiga dimensi (3D), maupun untuk memperkaya film live shooting denggan karakter, lingkungan, special effect, dan suara yang dihasilkan dan di manipulasi dengan komputer.

Manfaat Utama dalam Bidang Pendidikan

Interaktif dan Menarik

    Multimedia memungkinkan kita untuk menggabungkan komponen-komponen multimedia kedalam suatu projek yang dibuat dengan menggunakan Komputer Multimedia. Penggabungan antara Audio, Video, Text, Animasi, dan Gambar akan menghasilkan sebuah karya yang interaktif dan menarik untuk digunakan. Ketika Menggunakan Multimedia dalam pembelajaran, Maka Peserta didik akan merasa nyaman dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran. Kemudian Penggunaan Multimedia dalam bidang pendidikan juga akan memudahkan Guru dalam menerangkan materi. Yang tadinya memiliki kesan “Bosan” akan menjadi “Menarik” dengan desain yang terlihat nyata serta hidup.

Mempermudah Proses Belajar dan Mengajar

    Dengan menggunakan Media Interaktif maka peserta didik akan menjadi nyaman dan senang dalam berlajar. Kemudian Pihak Pengajar juga akan merasa dimudahkan ketika memberikan bahan ajar menggunakan Slide Presentasi yang menarik. Dengan penggunaan Slide presentasi yang menarik, Proses belajar mengajar akan lebih mudah dan kreatif.

Belajar bisa di Rumah / Dimana saja

    Manfaat yang sangat dirasakan adalah belajar dirumah. Dengan menggunakan Multimedia atau projek dari multimedia, Peserta didik bisa dengan mudah belajar dirumah dengan menggunakan perangkat PC atau HP. Peserta didik bisa belajar dengan menggunakan aplikasi pembelajaran atau menggunakan Game Pembelajaran. Semua itu bisa dilakukan dengan menggunakan Multimedia dalam pendidikan. Namun ketika melaksanakan pembelajaran dirumah, Para peserta didik tetap harus di dampingi oleh orang tua atau guru.

Program Pendidikan Jarak Jauh

    Program pendidikan jarak jauh antar institusi pendidikan bisa dilakukan dengan memanfaatkan Multimedia. Nah jadi kita bisa melangsungkan program pendidikan dengan jarak yang jauh dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang dikemas semenarik mungkin menggunakan tehnik dalam multimedia.
    Multimedia memberikan banyak manfaat untuk masyarakat khususnya dalam bidang pendidikan. Dalam bidang pendidikan, Multimedia menjadi suatu hal yang wajib untuk digunakan dalam lingkungan belajar mengajar. Hal itu didasari dengan kemajuan teknologi serta penggunaannya yang kian melonjak dari tahun ke tahun.
    Dengan banyaknya teknologi yang hadir dan melekat pada kehidupan masyarakat, Maka peserta didik akan terseret kedalam perkembangan teknologi tersebut yang mengakibatkan susahnya peserta didik dalam membaca Buku.

Contoh Penerapan Multimedia di Bidang Pendidikan

Ada beberapa alasan mengapa Multimedia perlu digunakan dalam bidang pendidikan, diantaranya : 

  1. Lebih Komunikatif
  2. Mudah Melakukan Revisi (Perubahan)
  3. Interaktif
  4. Lebih Leluasa dalam menuangkan Kreatifitas

Penerapan Multimedia dalam bidang pendidikan sudah banyak dilakukan oleh berbagai pihak yang bersangkutan. Sehingga Pemanfaatan Multimedia dalam bidang pendidikan ini sudah mencapai era Trending di seluruh dunia. Ada beberapa Contoh penerapan Multimedia di Bidang Pendidikan, diantaranya :

  • E-Learning

    E-learning merupakan proses belajar mengajar jarak jauh dengan bantuan teknologi informasi dan komunikasi. Proses pembelajaran yang dilakukan secara Online dan tidak bertatap muka (langsung). Penggunaan teknologi ini bisa melalui Website, Aplikasi Meet, dan lainnya.

  • Media Interaktif (Berupa Aplikasi atau sejenisnya)

    Media Interaktif ini berupa aplikasi yang berisi semua pembelajara termasuk materi dan soal. Dalam Media Interaktif pembelajaran, Materi dan soal di kemas secara semenarik mungkin sehingga mampu menarik minat peserta didik untuk belajar. 

  • Game Interaktif

    Saat ini sudah banyak Game Pembelajaran Interaktif yang digunakan untuk proses belajar mengajar. Bahkan penulis juga membuat Game Edukasi ketika masih kuliah dulu. Penggunaan Game Interaktif mampu mengasah keterampilan dan daya pokus anak, Sehingga anak akan lebih kreatif dan semangat dalam belajar.

  • Tutorial

    Multimedia interaktif bisa menyediakan Tutorial pembelajaran secara interaktif. Contohnya dalam pembelajaran Mapel IPA, Kamu bisa membuat Video Tutorial secara interaktif menggunakan Kamera tentang bagaimana cara menanam Pohon. Nah Video Tutorial tersebut di kemas semenarik dan sejelas mungkin agar mudah dipahami oleh pengguna.

Dampak Negatif Multimedia Interaktif dalam Pembelajaran

    Dampak Negatif dari Penggunaan Multimedia Interaktif dalam bidang pendidik tentunya pasti ada. Hal tersebut mengacu pada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa penggunaan Media interaktif memiliki kekurangan atau Dampak negatif bagi penggunanya.
    Software dan Hardware sudah menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan Teknologi sudah menjadi “Kebutuhan” dalam kehidupan bermasyarakat, Terutama dalam dunia pendidikan yang membutuhkan Media Interaktif untuk menunjang pelajaran yang semakin hari semakin susah untuk dipelajari. 
    Multimedia Interaktif memiliki dampak untuk para penggunanya, Salah satunya adalah pemggunaan Teknologi secara berlebihan yang akan mengakibatkan Pengguna menjadi kurang bersosialisasi atau anti sosial. Selain itu, Ada beberapa Dampak Multimedia interaktif yang perlu kamu ketahui, diantaranya : 

Pembelajaran dalam Konteks dunia yang tidak nyata

Menggunakan Media Multimedia Interaktif berarti peserta didik menggunakan Perangkat secara mandiri dan dalam dunia maya (aplikasi atau media interaktif). Dimana hal itu berbenturan dengan Filosofis pendidikan yang menyatakan bahwa pendidikan harus bersifat aktif, kolaboratif dan terkondisi dalam konteks Dunia yang nyata.

Ketergantungan Sistem

Dengan menggunakan Media Multimedia Interaktif maka akan menimbulkan ketergantungan pada sistem. Maksudnya dalam pembuatan sistem atau aplikasi media pembelajaran harus mencakup semua materi pembelajaran secara keseluruhan. jadi ketika sistem tidak sesuai dengan pembelajaran yang seharusnya, maka hal itu akan menjadi beban kedepannya. Ketika Sistem Media pembelajaran Interaktif tidak sesuai, maka peserta didik akan kesulitan untuk memahami dan mempelajari materi yang diberikan. Hal itu dikarnakan susahnya interaksi antara Murid dan guru.

Desain Media Interaktif

Hal ini mengacu pada pengembang aplikasi media pembelajaran interaktif, Desain yang digunakan harus memiliki kesan “Nyata” dan “Jelas” sehingga peserta didik mampu memahaminya dengan baik. Antara Desain dan Materi pembelajaran harus saling melengkapi dan terpadu dengan baik sehingga hasilnya akan sempurna sebagai media pembelajaran interaktif. Sebaliknya, Ketika desain tidak sesuai dengan pembelajaran yang di bahas maka media pembelajaran tersebut akan gagal dan sulit di pahami oleh peserta didik.

Umpan Balik

Dalam menggunakan Media Pembelajara Interaktif ada celah dimana peserta didik tidak bisa menanyakan langsung kepada Guru (Jika belajar secara mandiri). Sistem hanya menyediakan beberapa Logika seperti pilihan ketika pengguna mengKlik petunjuk dan kemudian pengguna harus memecahkan masalahnya sendiri tanpa diberi tau oleh siapapun. Hal itu akan menghambat bagi pengguna yang tidak sepenuhnya paham akan teknologi atau bahkan kurang paham dalam mempelajari materinya.

Kurangnya Sifat Sosial dalam Pembelajaran

Penggunaan Media interaktif berarti pembelajaran yang dilakukan bersifat Isolatif. Hal itu bertentangan dengan tujuan dari bentuk Sosial dari sekolah. Jadi Seolah-olah peserta didik di arahkan untuk menjadi Pribadi yang Individualis dan kontak sosial dengan teman-temannya menjadi hal yang “Asing”. 

 

D. Konsep Dasar Multimedia Interaktif

    Ketika mendengar istilah multimedia, kita pasti akan membayangkan sesutu yang hebat yang berkait dengan komputer, dengan gambar diam atau bergerak, serta dilengkapi dengan suara. Istilah multimedia berawal dari teater. Pertunjukan yang memanfaatkan lebih dari satu medium atau sering kali disebut dengan pertunjukan multimedia. Lalu apa perbedaan multimedia dengan multimedia interaktif? 
    Multimedia menurut kata perangkainya yaitu multi (lebih dari satu) dan media (medium atau perantara), maka multimedia adalah sesuatu yang mempunyai lebih dari satu media. Secara terminologi (menurut istilah) multimedia dapat diartikan sebagai penggunaan berbagai media yang berbeda untuk membawa atau menyampaikan informasi dalam bentuk teks, grafik, animasi, audio, video dan atau gabungan dari beberapa komponen tersebut.
    Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari hubungan satu arah pada sebab akibat. Interaktif adalah suatu kegiatan yang membutuhkan atau menghasilkan interaksi, baik dua arah maupun satu arah.
    Multimedia interaktif adalah suatu media elektronik yang menampilkan suatu tampilan berupa teks, audio, dan gambar yang dikemas dengan interaksi tertentu. Multimedia interaktif berbasis halaman web dan media interaktif adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggambungkan teks, gambar, suara, video, dan animasi dengan menggambungkan perangkat-perangkat tertentu yang dapat memungkinkan pengguna melakukan navigasi, berinteraksi dan berkomunikasi, baik berbasis halaman web maupun media interaktif.

Fungsi Media Interaktif:

  • Fungsi Pembelajaran. Contohnya: simulasi pengoperasian suatu alat atau kegiatan.
  • Fungsi Hiburan. Contohnya: permainan/game.
  • Fungsi Komunikasi Perusahaan. Biasanya berisikan company profile suatu perusahaan/individual/instansi. Dalam company profile ini ditampilkan visi, misi, tujuan, serta informasi-informasi mengenai suatu perusahaan yang bertujuan menyampaikan keberadaan perusahaan tersebut.

Konsep Multimedia Interaktif

    Multimedia Interaktif adalah membuat dan menggabungkan teks, gambar, suara, video, dan animasi dengan menggabungkan perangkat-perangkat tertentu dengan pengguna melakukan navigasi, berinteraksi dan berkomunikasi. Interaksi adalah suatu fitur yang menonjol dalam multimedia yang memungkinkan pembelajaran yang aktif (active learning).

Multimedia inteaktif terbagi menjadi yaitu sebagai berikut:

a. Hierarchycal

Merupakan suatu karakter yang mengandalkan percabangan kriteria tertentu. pemakai memiliki pilihan, tetapi topic-topik dapat dibagi menjadi subtopic yang lebih spesifik. Halam utama disebut parent dan pada cabangnya disebut child.

b. Non-Linear

Yaitu memungkinkan pemakai untuk bebas bergerak untuk melihat isi materi dengan cara berinteraksi.

c. Struktur Linear

Struktur navigasi linear merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita berurut. biasanya digunakan untuk presentasi karena tidak menuntut keinteraksian, tetapi memerlukan keindahan.

d. Struktur Composite

Struktur Composite Merupakan struktur gabungan dari ketiga struktur sebelumnya, struktur ini disebut navigasi bebas. Keunggulan multimedia interaktif adalah media ini secara inheren memaksa penggunak untuk berinteaksi dengan materi.

Model Multimedia Interaktif

Dalam pembuatan multimedia interktif tentunya tidak akan melupakan model yang akan kita buat, karena dari model itulah kita bisa mengetahui tentang apa media interaktif ini. Berikut beberapa model dalam media interaktif :

a. Tutorial

    Model Tutorial adalah jenis model pembelajaran yang memuat penjelasan, rumus, prinsip, bagan, table, definisi istilah, latihan dan branching yang sesuai. Mengapa disebut branching? karena terdapat berbagai cara untuk berpindah atau bergerak melalui pembelajaran berdasarkan jawaban pengguna terhadap materi. Instruksi tutorial biasanya disajikan dalam istilah “Frame” yang berhubungan dengan sekumpulan tampilan.  Model tutorial bertujuan untuk menyampaikan atau menjelaskan materi tertentu, komputer menyampaikan materi, mengajukan pertanyaan danmemberi umpan balik sesuai jawaban pengguna.

b. Drill and Practice

    Model ini mengangap bahwa konsep dasar telah dikuasai oleh pengguna dan mereka siap untuk menerapkan rumus-rumus, bekerja dengan kasus-kasus konkret, dan menjelajahi daya tangkap mereka terhadap materi. Cara kerja Drill and Practice terdiri dari tampilan dari sebuah pertanyaan atau masalah, penerima respon dari pengguna, periksaan jawaban, dan dengan dilanjutkan dnegan pertanyaan lainnya. model seperti ini tidak menampilak instruksi, tetapi hanya mempraktekan konsep yang sudah ada. Jenis ini merupakan bagian dari Testing.

c. Simulasi

    Simulasi suatu kehidupan nyata yang dihadapi pengguna, dengan tujuan untuk memperoleh pengertian global tentang proses. Simulasi digunakan untuk memperagakan sesuatu (keterampilan) sehingga pengguna merasa seperti berada dalam keadaan yang sebenarnya. Dan digunakan pada pembelajaran yang membahayakan, sulit atau memerlukan biaya tinggi, Misalnya pilot.

d. Instruction Games

    Model jenis ini jika didesain dnegan baik maka dapat memanfaatkan sifat kompetetif pengguna untuk memotivasi dan menginatkan belajar. Game pembelajaran yang baik sukar dirancang dan perancang harus yakin bahwa dalam upaya memberikan suasana permainan, integritas tujuan pembelajaran tidak hilang.

e. Hybrid

    Hybrid Merupakan gabungan dari duan atau lebih model multimedia pembelajaran. Contohnya adalah penggabungan model tutorial dengan drill and practice  dengan tujuan untuk memperkaya kegiatan pengguna, menjamin ketuntasan belajar, dan menemukan metode-metode yang berbeda untuk meningkatkan pembelajaran.  Memungkinkan pengembangan pembelajaran secara komprehensif yaitu menyediakan seperangkat kegiatan belajar yang lengkap.

f. Socratic

    Model jenis ini berisi percakapan antara pengguna dengan komputer dalam natural language.  Pengguna dapat menjawab sebuat pertanyya disebut Mixed-Initiade CAI. Socratic  berasal dar penelitian dalam bidang intelegensi buatan.

g. Inquiry

    Model inqury adalah suatu system pangkalan data yang dapat dikonsultasikan oleh pengguna, dimana pangkalan tersebut berisi data yang dapat memperkaya pengetahuan pengguna.

h. Informational

    Biasanya menyajikan informasi dalam bentuk daftar atau table. menuntut interaksi yang sedikit dengan pengguna. Informational ini digunkakan untuk mempermudah antara pembuat dengan pengguna dalam mengetahui suatu informasi.

Pada multimedia interaktif, pengguna diberikan fasilitas untuk mengendalikan atau memainkan elemen-elemen multimedia yang tersedia. Sebagai contoh, misalnya pada game dan aplikasi dari komputer. Pengguna diberikan fasilitas kontrol agar multimedia dapat dirubah sesuai keinginan. Pada dasarnya, pemanfaatan multimedia memiliki tujuan-tujuan dasar untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi; mendorong partisipasi, eksploitasi, dan interaksi pemakai; merancang panca indera karena bersifat visual; serta memberikan kemudahan pemakaian.

Manfaat Multimedia Interaktif

Pemanfaatan multimedia sangatlah banyak, diantaranya untuk media pembelajaran, game, film, medis, militer, bisnis, desain, arsitektur, olahraga, hobi, iklan/promosi, dan masih banyak lagi. Bila pengguna mendapatkan keleluasaan dalam mengontrol multimedia tersebut, maka hal ini disebut dengan multimedia interaktif.

Thorn (2006) mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif, yaitu:

1.    Kriteria pertama adalah kemudahan navigasi;
2.    Kriteria kedua adalah kandungan kognisi;
3.    Kriteria ketiga adalah presentasi informasi;
4.    Kriteria keempat adalah integrasi media;
5.    Kriteria kelima adalah artistik dan estetika;
6.    Kriteria penilaian yang terakhir adalah fungsi secara keseluruhan.

Pada sebuah multimedia yang baik dan mudah dipahami, diperlukan elemen-elemen yang mampu menyampaikan sebuah informasi kepada pengguna multimedia tersebut. Elemen-elemen tersebut antara lain:

1.    Teks

Teks merupakan elemen multimedia yang paling sederhana dan mudah di mengerti. Selain itu, teks lebih mudah diolah, disimpan, dan tidak banyak menghabiskan memori dalam sebuah media penyimpanan. Teks akan selalu erat hubungannya dengan font dalam sebuah komputer. Ada beberapa jenis media teks, antara lain plain text, rich format text, dan hyper text. Sedangkan font juga banyak ragamnya seperti font yang berjenis Font Serif, Font San-Serif, Font Slab, Font Script, Font Comic, Font Blackletter, Font Stencil, Font Typewriter dan Dekoratif, Font Pixel, Font Dingbat, Font Retro.

2.    Animasi

Animasi adalah bentuk gambar yang bergerak. Dengan menampilkan banyak gambar secara cepat, bergantian dan terus menerus sehingga menghasilkan efek sebuah gambar yang bergerak. Animasi lebih menarik dibanding bentuk gambar atau grafik biasa. Animasi pun ada jenisnya yaitu animasi tradisional, Animasi 2D dan Animasi 3D. Animasi 2D dan Animasi 3D di olah dengan menggunakan Aplikasi Komputer seperti adobe flash, Adobe Illustrator, Photoshop, After Effect Adobe Premiere, Blender, 3Ds Max, dll.

3.    Grafik

Grafik sangat baik dalam mengilustrasikan suatu informasi. Grafik dapat berupa kurva, foto, hasil scanner, maupun bentuk gambar lain baik gambar 2D atau gambar 3D. Berdasarkan pembentukannya, jenis grafik terbagi menjadi dua macam, yaitu:

       Grafik Bitmap

    Bitmap disusun sebagai sebuah matriks yang mempresentasikan setiap titik atau pixel dan warna. Kualitas bitmap sangat tergantung dari resolusi pixel dan ketajaman warna. Grafik dalam bentuk ini sangat baik dalam penyimpanan foto atau gambar yang rumit. Ukuran file bitmap terkadang berukuran cukup besar karena grafik disimpan per pixel.

        Grafik Vektor

    Grafik vetktor dibentuk dari hitungan matematika sebagai dasar untuk menampilkan grafik. Grafik vektor terbentuk dari susunan garis, bangun dua dimensi yang ditempatkan secara matematis dengan koordinat, ukuran, ketebalan, dan sudut. Grafik vektor cenderung berukuran kecil dalam penyimpanannya. Selain itu, apabila diperbesar (zooming), vektor tidak mengalami perubahan kehalusan grafik.

4.    Gambar

Gambar merupakan suatu objek yang dapat ditampilkan dalam bentuk grafik (non teks) atau konsep yang berbentuk kode yang tidak berelasi dengan waktu. Gambar terbagi menjadi tiga jenis, yaituvisible image, non visible image, dan abstract image.

• Visible image : Gambar yang terlihat seperti lukisan, foto, dan lain-lain.
• Non visible image : Suatu objek yang bukan gambar, namun dipresentasikan dalam bentuk gambar seperti                                       pengukur suhu, pengukur tekanan, dan jenis pengukur lainnya.
• Abstract image : Gambar yang tidak nyata, yang berbasiskan perhitungan aritmatika.

5.    Suara / Audio

Penggunaan suara atau audio ke dalam aplikasi multimedia dapat memberikan informasi yang tidak mungkin diberikan oleh media informasi seperti gambar, grafik ataupun teks. Contohnya untuk menginformasikan bagaimana bunyi desiran angin tentu tidak bisa dideskripsikan oleh teks. Ada tiga jenis suara, yaitu ucapan (speech), music, dan efek suara. Selain itu, suara juga terbagi dua jenis formatnya, yaitu MIDI dan WAVE.

6.    Video

Video seperti layaknya animasi lebih cenderung hasil karya dari adegan dunia nyata yang direkam secara langsung.  Dalam video terkandung juga elemen multimedia lainnya seperti gambar, suara, dan tulisan. Dibanding dengan elemen lainnya, video menyuguhkan informasi lebih lengkap dan menarik.

Pembagian Konsep Multimedia

Konsep multimedia interaktif dibedakan menjadi multimedia interaktif berbasis web dan media interaktif.

1. Konsep Multimedia Interaktif Berbasis Web

    Seiring kemajuan teknologi informasi, saat ini semua informasi yang ada dari belahan dunia mana pun dapat dengan mudah tersebar ke seluruh penjuru dunia dengan adanya internet (network technology). Era digital yang menghubungkan manusia dengan sistem internet ini membuat dunia sempit, karena dengan mudah dan cepatnya suatu informasi tersebar melalui internet. Penyebaran informasi yang dimaksud dilakukan dengan aplikasi berbasis internet (web).
    Multimedia interaktif berbasis web merupakan sebuah multimedia yang dapat diakses melalui internet atau intranet. Sekarang ini, pemakaian multimedia interaktif ini lebih banyak dan lebih luas. Banyak perusahaan berkembang yang menggunakan multimedia interaktif berbasis web dalam merencanakan sumber daya dan untuk mengelola perusahaannya. Multimedia interaktif berbasis web dapat ditemukan pada situs Zenius Education, Kelas Kita, Worldwide Telescope, Wolfram Alpha, Ayo Belajar.com, dan lain sebagainya.
    Salah Satu Keunggulan Aplikasi Berbasis Web adalah bahwa aplikasi tersebut dapat diakses dengan cepat melalui browser dan koneksi internet atau intranet ke server. Hal ini menerangkan bahwa pengguna dapat mengakses data atau informasi melalui laptop, smartphone, atau komputer PC di rumah dengan mudah.
    Dengan demikian, multimedia interaktif berbasis web artinya bahwa multimedia tersebut cara menjalankan dan mengaksesnya melalui internet (berbasis web).

Perbedaan Aplikasi Berbasis Web, Aplikasi Berbasis Desktop, dan Aplikasi Berbasis Mobile

    Saat ini, pegembangan aplikasi untuk perangkat komputasi sedang berkembang. Apalagi dengan kemajuan teknologi yang semakin lama, semakin cepat saja. Salah satunya perkembangan pesat teknologi mobile dan perangkat smartphone.
    Perkembangan teknologi inilah yang kemudian berpengaruh pada banyaknya pengembang yang mengembangkan aplikasi-aplikasi baru. Aplikasi-aplikasi itu tidak hanya ditujukan untuk perangkat desktop tetapi juga kinΓ­ untuk perangkat mobile. Aplikasi berbasis web atau disebut juga web base, merupakan jenis aplikasi berbasis teknologi web browser. Artinya, aplikasi ini berjalan jika ada browser dan koneksi internet.

Aplikasi berbasis web memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

  • Aplikasi berbasis web tidak membutuhkan penginstalan karena untuk mengaksesnya hanya  memerlukan peramban atau browser dan jaringan internet.
  • Selama ada browser dan jaringan internet, aplikasi berbasis web dapat diakses dengan mudah di sistem operasi apa pun. Sistem operasi Windows, MacOS, iOS, Android, Linux, atau sistem operasi lainnya selama ada browser dan tersambung ke internet, maka aplikasi web dapat diakses dengan mudah.
  • Karena dapat diakses dengan berbagai sistem operasi, maka aplikasi berbasis web dapat dengan mudah diakses melalui berbagai perangkat seperti perangkat PC desktop, laptop, smartphone, ataupun tablet.

2. Multimedia Berbasis Media Interaktif

    Media interaktif biasanya mengacu pada produk dan layanan digital pada sistem berbasis komputer yang merespons tindakan pengguna dengan menyajikan konten seperti teks, gambar bergerak, animasi, video, audio, dan video. Berbeda dengan multimedia interaktif berbasis web, media interaktif memiliki bentuk berupa aplikasi desktop, cd interaktif, serta aplikasi android.
    Pemanfaatan media interaktif salah satunya dalam lingkup pendidikan, yang merupakan alat bantu berbasis multimedia yang dapat menjabarkan pesan dan informasi dari guru ke siswa. Media ini dalam prosesnya terjadi komunikasi aktif dua arah antara multimedia dengan pengguna atau yang tujuannya untuk mempermudah proses pembelajaran.

Karakteristik media interaktif sebagai berikut:

  • Memiliki lebih dari satu media yang konvergen, misalnya menggabungkan unsur audio dan visual.
  • Bersifat interaktif, artinya memiliki kemampuan untuk mengakomodasi respons pengguna.
  • Bersifat mandiri, artinya memberi kemudahan dan kelengkapan isi sehingga pengguna dapat menggunakan tanpa bimbingan orang lain.

Contoh media interaktif yang ada misalnya media pembelajaran, video game, dan lain-lain.



E. Website Multimedia Interaktif

    Website Multimedia Interaktif – Multimedia berbasis web  adalah situs web yang mengandung lebih dari satu jenis media biasanya suara, video, atau animasi, di samping teks dan gambar. Situs Multimedia sering mengandung unsur-unsur yang berinteraksi dengan pengguna secara langsung,mengontrol pengiriman suara atau klip video, memanipulasi objek 3D, bermain game, dll. Komputer cepat dan koneksi internet broadband membuat multimedia berbasis web jauh lebih layak daripada di masa lalu.
    Dengan berkembangnya zaman, multimedia memiliki beberapa jenis, diantaranya multimedia interaktif, multimedia hiperaktif, dan lain sebagainya. Jenis multimedia yang paling sering digunakan saat ini terutama untuk media pembelajaran adalah multimedia interaktif.

Contoh Multimedia Interaktif yang berbasis web

  • Zenius education yaitu situs yang mempelajari tentang ragam materi pembelajaran mulai mulai dari pendidikan sd, smp dan sma dan tersedia dalam bahasa inggris.
  • Wikipedia ilah salah satu website yang mempunyai situs pendidikan yang besar di dunia dan menyajikan materi penjabaran biografi, sain, sejarah, dan lain sebagainya.
  • Kelas kita yaitu situs website yang menyediakan berbagai kursus untuk pengunjung. Semua materi dan pembelajaran tersedia di situs ini.
  • Wolfram aplha yaitu situs portal sumber tentang matematika, astronomi, seni dan lain-lain nya dan di sajikan dalam bahasa inggris.
  • Music theory yaitu situs yang menyediakan tentang music dasar ,chord, interval, ritmis, dan lain-lain nya.
  • Wiki how ialah situs yang menyajikan tentang pencarian cara , semua cara dapat kita peroleh dari sini.
  • Bing map dan google map yaitu situs yang melihat peta dunia secara nyata dengan online.
  • Bing search dan google search ialah situs untuk pencarian dan ini merupakan situs yang terpopuler di dunia.
  • Bing translator yaitu situs yang dapat diandalkan sebagai penerjemah berbagai bahasa.
  • Microsoft photosynth ialah situs yang di gunakan untuk menjelajah tempat wisata dan bangunan terbaik dari berbagai media.
  • Wordwide telescope merupakan situs untuk menghadirkan visualisasi nyata menggunakan astronomi.

Kategori Multimedia Interaktif Berbasis Web

    Multimedia Interaktif berbasis web dapat di definisikan menjadi 2 kategori, yaitu Multimedia Content Production dan Multimedia Communication.
    Multimedia Content Production adalah penggunaan beberapa media (teks, audio, graphics, animation, video dan interactivity) yang berbeda dalam menyampaikan suatu informasi atau menghasilkan produk multimedia seperti video, audio, musik, film, game, entertaintment, dll. Bisa juga dikatakan sebagai penggunaan beberapa teknologi yang berbeda yang memungkinkan untuk menggabungkan media (teks, audio, graphics, animation, video, dan interactivity) dengan cara yang baru untuk tujuan komunikasi. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :

  • Media teks/tulisan
  • Media audio/suara
  • Media video
  • Media animasi
  • Media gambar
  • Media Interaktif
  • Media spesial effect

    Multimedia Communication adalah penggunaan media (massa), seperti televisi, radio, media cetak dan internet untuk mempublikasikan / menyiarkan / mengkomunikasikan material periklanan, publikasi, entertaintment, berita, pendidikan, dll. Dalam kategori ini media yang digunakan adalah :

  • TV
  • Radio
  • Film
  • Media Cetak
  • Musik
  • Game
  • Entertainment
  • Tutorial
  • Internet

Beberapa fungsi web multimedia

  1. Informasi pengiriman: Foto produk, klip video, animasi untuk menyampaikan konsep, dll 
  2. E-commerce: Foto produk, sampel film dan musik, dll 
  3. Dapat menggunakan virtual reality (VR) untuk menyampaikan tiga dimensi pandangan produk, rumah dijual, dll 
  4. Hiburan: Game online, klip video, musik online, kegiatan interaktif, dll 
  5. Pelatihan berbasis web (WBT): Menyampaikan instruksi melalui Web

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Web berbasis Multimedia 

Keuntungan

  1. Dapat mengatasi berbagai gaya belajar
  2. Belajar dengan sistem visual
  3. Belajar secara Auditori
  4. kinestetik peserta didik
  5. Bahan lebih menarik dan menyenangkan
  6. Banyak ide-ide lebih mudah untuk menyampaikan

Kekurangan

  1. Waktu dan biaya pengembangan
  2. Kompatibilitas dan waktu download untuk multimedia berbasis Web

 

 


BAB 2. DESAIN  PERANCANGAN ALUR MULTIMEDIA INTERAKTIF


A. Flowchart Mutimedia Interaktif

    Flowchart Multimedia Interaktif – Flow Chart adalah suatu bagan yang berisi simbol-simbol grafis yang menunjukkan arah/alur kegiatan dan data-data yang dimiliki program sebagai suatu proses eksekusi, biasanya bersifat umum dan tidak tergantung pada bahasa pemrograman yang digunakan.
    Diagram alir (bahasa Inggris: flowchart) bagan alir, atau bagan arus adalah sebuah jenis diagram yang mewakili algoritme, alir kerja atau proses, yang menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis, dan urutannya dihubungkan dengan panah. Diagram ini mewakili ilustrasi atau penggambaran penyelesaian masalah. Diagram alir digunakan untuk menganalisis, mendesain, mendokumentasi atau memanajemen sebuah proses atau program di berbagai bidang. Flowchart dapat digambar manual ataupun dengan software seperti Microsoft Office Visio dan Online Flowchart Maker.

Dasar-Dasar Flow Chart

    Salah satu langkah awal yang harus dikembangkan dalam memproduksinya yaitu mendesain model alur berfikir isi program tersebut, yaitu biasa disebut dengan model flow chart. Dalam setiap desain alur kerja atau alur suatu pemprosesan informasi (information processing) hendaknya berdasarkan atas visualisasi flow chart yang komunikatif.
    Tujuan dengan alur dan jalur proses pengerjaan sesuatu dapat dengan mudah dipahami dan dilalui serta diikuti user secara menyeluruh dan bermakna. Dalam sistem pembelajaran berbasis komputer model apa pun, istilah flow chart ini lebih dikenal dengan prosedur pembelajaran. Hakikat flow charts atau bagan alur adalah suatu bagan yang berisi simbol-simbol grafis yang menunjukan arah aliran kegiatan dan data-data yang dimiliki program sebagai suatu proses eksekusi.

TUJUAN FLOWCHART

  1. Menggambarkan suatu tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas menggunakan simbol-simbol standar
  2. Menjadi acuan dalam menyusun dan menggembangkan sebuah produk atau aplikasi
  3. Sebagai analisis yang efektif untuk mempermudah penyelesaian suatu masalah khususnya masalah yang perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut.
  4. Komunikasi: Flowcharts adalah cara yang lebih baik untuk mengkomunikasikan logika sistem kepada semua pihak.
  5. Diagram alur program berfungsi sebagai dokumentasi program yang baik, yang diperlukan untuk berbagai tujuan.
  6. Diagram alur bertindak sebagai panduan atau cetak biru selama fase proses analisis sebuah sistem dan fase pengembangan program.

JENIS FLOWCHART MENURUT ECMA

→Flowchart System

    Bagan alir sistem (systems flowchart) merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur- prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem. Bagan alir sistem digambar dengan menggunakan simbol-simbol.

→Flowchart Program

Yaitu bagan yang menggambarkan urutan logika dari suatu prosedur pemecahan masalah. Simbol yang digunakan :

  • menunjukkan awal dan akhir dari program
  • memberikan nilai awal pada suatu variabel atau counter
  • menunjukkan pengolahan aritmatika dan pemindahan data
  • menunjukkan proses input atau output

PEDOMAN-PEDOMAN DALAM MEMBUAT FLOWCHART

  1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri ke kanan.
  2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
  3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
  4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata kerja, misalkan MENGHITUNG NILAI SISWA
  5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
  6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harus ditelusuri dengan hati-hati. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan dengan sistem.
  7. Gunakan simbol-simbol flowchart yang standar

Bentuk-bentuk yang digunakan dalam Flow Chart

Dua Proses Struktur Dasar pada Flow Chart

1. Pemilihan Berkondisi

    Yaitu pemilihan langkah berikutnya yang ditentukan berdasarkan  suatu kondisi, seperti: jika kondisi terpenuhi,  maka proses berlanjut, jika tidak proses menempuh alternatif lain, hal ini diungkap melalui pernyataan IF-THEN atau IF-THEN-ELSE, contoh segment proses pemilihan;


2. Proses Pengulangan

    Berlangsung atas jumlah pengulangan yang ditetapkan saat program dibuat/ditetapkan dan saat program dijalankan, diungkapkan melalui pernyataan REPEAT-UNTIL, FOR-DO, atau WHILE-DO, contoh segment Pengulangan.



SIMBOL-SIMBOL FLOWCHART


Bentuk

Nama

Keterangan


Garis atau tanda panah

Menunjukkan urutan proses. Tanda panah digunakan untuk aliran yang tidak standar yaitu aliran yang bukan aliran dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan.

Terminal

Menunjukkan awal atau akhir dari program atau sub-proses. Biasanya berisi kata “Mulai” atau “Selesai”. Atau istilah lain yang menunjukkan dimulainya atau diakhirinya proses.

Proses

Mewakili sebuah operasi yang akan merubah nilai, bentuk, atau lokasi dari data.

Keputusan

Menunjukkan operasi kondisional yang menentukan satu dari dua jalur yang akan dipakai program. Operasi ini biasanya adalah pertanyaan “ya/tidak” atau “benar/tidak”.

Input/Output

Menunjukkan proses peng-input-an dan peng-output-an data, contohnya untuk memasukkan atau menampilkan data.

Anotasi (komentar)

Mengindikasikan informasi tambahan tentang suatu langkah di dalam program. Digambarkan dengan sebuah segi empat terbuka dengan garis utuh atau garis putus-putus yang menghubungkannya dengan simbol tertentu di flowchart.

Predefined process

Predefined process (proses yang sudah ditentukan sebelumnya) menunjukkan proses yang sudah didefinisikan di tempat lain.

On-page Connector

On-page Connector (konektor di dalam satu halaman) adalah sepasang konektor berlabel yang digunakan untuk menggantikan garis yang panjang atau yang membingungkan. Digambarkan dengan lingkaran kecil dengan sebuah huruf di dalamnya.

Off-page Connector

Off-page Connector (konektor di luar halaman) adalah konektor berlabel yang digunakan ketika targetnya berada di halaman lain.


SIMBOL FLOWCHART LAINNYA

Bentuk

Nama

Keterangan

File data atau basis data

Data yang diwakili oleh silinder (disk drive).

Dokumen (tunggal)

Dokumen tunggal.

Dokumen (lebih dari satu)

Dokumen yang jumlahnya lebih dari satu.

Operasi Manual

Menunjukkan suatu operasi atau penyesuaian proses yang hanya bisa dilakukan secara manual.

Input Manual

Input manual

Persiapan atau Inisialisasi

Awalanya digunakan untuk langkah-langkah seperti menyiapkan saklar atau menginisialisasi sebuah routine (serangkaian kode yang digunakan berkali-kali dalam sebuah program).

 

    Flowchart juga bisa dikatakan sebagai perencanaan suatu tindakan atau perencanaan atas kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi.
    Flowchart dibutuhkan dalam kehidupan sebagai penyederhanaan rencana dari tindakan-tindakan yang akan kita lakukan. Ketika ingin melakukan sesuatu jangan terlalu banyak berharap bahwa semua tindakan akan berjalan lancar, pasti akan ada kesulitan atau rintangan-rintangan. Dengan melakukan suatu perencanaan kita bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu ketika ada kesulitan/rintangan/hambatan yang menghadang.
    Buat perencanaan (hidup) dengan hasil akhir yang ideal terlebih dahulu, kemudian baru pikirkan tentang kesulitan/rintangan/hambatan yang mungkin terjadi. Pikirkan apa yang harus dilakukan ketika muncul suatu kesulitan/rintangan/hambatan. Pikirkan apa solusi idealnya, apa solusi yang realistis, dan apa yang harus dilakukan jika tidak menemukan solusinya.

Contoh-Flowchart:




CONTOH FLOWCHART MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF






B. Storyboard Multimedia Interaktif

    Storyboard Multimedia Interaktif – Storyboard media interaktif dapat digunakan dalam antarmuka grafik pengguna untuk rancangan rencana desain sebuah website atau proyek interaktif sebagaimana alat visual untuk perencanaan isi.
    Storyboard visualisasi ide dari aplikasi yang akan dibangun, sehingga dapat memberikan gambaran dari aplikasi yang akan dihasilkan. Storyboard dapat dikatakan juga visual script yang akan dijadikan outline dari sebuah proyek, ditampilkan shot by shot yang biasa disebut dengan istilah scene. 
    Keuntungan menggunakan Storyboard adalah dapat membuat pengguna untuk mengalami perubahan dalam alur cerita untuk memicu reaksi atau ketertarikan yang lebih dalam. Kilas balik, secara cepat menjadi hasil dari pengaturan Storyboard secara kronologis untuk membangun rasa penasaran dan ketertarikan.
    Seorang pembuat Storyboard harus mampu menceritakan sebuah cerita yang bagus. Untuk mencapainya, mereka harus mengetahui berbagai film, dengan pengertian tampilan yang bagus, komposisi, gambaran berurut dan editing. Mereka harus mampu untuk bekerja secara sendiri atau dalam sebuah bagian tim. Mereka harus mampu menerima arahan dan juga bersiap membuat perubahan terhadap hasil kerja mereka.

Fungsi Storyboard Media Pembelajaran Interaktif

  • Memperjelas Flow Chart
  • Pedoman bagi Animator, Programmer & Narrator
  • Dokumen Tertulis
  • Bahan Pembuatan Manual Book

Ketentuan Umum Storyboard Media Pembelajaran Interaktif

  1. Bentuk-bentuk gambar yang disiapkan disertai dengan penjelasan-penjelasan atau narasi.
  2. Penulisan storyboard ini sebaiknya diisi unsur visual terlebih dahulu.
  3. Struktur kalimat sederhana, hindari kalimat-kalimat yang panjang dan berbelit.
  4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa lisan bukan bahasa tulisan (terutama yang harus dibacakan oleh narrator)
  5. Narasi biasanya disusun kemudian untuk melengkapi hal-hal yang sulit diungkapkan dalam bentuk visual.
  6. Simbol dalam bentuk yang sederhana, jelas maknanya serta sudah diketahui oleh siswa.
  7. Gambar dalam bentuk yang menarik, warna kontras (kecuali untuk background) komposisi yang tepat dan sederhana, mudah dibaca dan dipahami.

Format Storyboard Desain Media Interaktif Storyboard Model Kartu



Storyboard Jenis Landscape


Storyboard Double Coloum

  1. NO Berisi Nomor frame (satu tampilan di layar monitor) 
  2. KETERANGAN Berisi Keterangan keterangan yang menunjukan posisi frame cotoh  misalnya seperti : menu, sub menu, uraian menu, dll 
  3. VISUAL Berisi semua unsur yang divisualkan meliputi teks, animasi, video, gambar, dll 
  4. AUDIO Berisi semua unsur yang audio, meliputi narasi, musik, sound effect, dll

Storyboard Untuk Video

Storyboard untuk video memiliki perbedaan pada beberapa bagian, seperti komponen yang ada pada template, teknik pengambilan gambar, teknik editing, lokasi pengambilan gambar, sudut pengambilan gambar dll.

Pada dasarnya storyboard untuk video menggambarkan rangkaian tampilan yang akan dijadikan video, mulai dari awal atau judul hingga credit title. Masing-masing bagian atau yang biasa disebut scene berisi komponen detil mengenai aktor (ekspresi, gerakan, pakaian, properti), teknik pengambilan gambar, lokasi pengambilan gambar, suasana, narasi yang akan disampaikan, backsound (apabila ada).

Contoh storyboard sederhana untuk produksi video

Apabila Anda berencana untuk membuat video hanya di satu lokasi, dan menggunakan satu aktor, komponen storyboard juga tidak akan serumit yang disebutkan sebelumnya. Hanya saja pastikan narasi yang akan disampaikan sudah disiapkan dan dilatih terus, karena berbicara di depan kamera pasti berbeda dengan berbicara langsung di depan kelas.

Apabila Anda selama ini menggunakan powerpoint dalam menyampaikan materi di kelas, Anda dapat menggunakan file tersebut sebagai landasan dalam pembuatan storyboard untuk konten eLearning format multimedia interaktif.

Tips dan Strategi Menyusun Storyboard

Mengingat pentingnya storyboard dalam pengembangan konten eLearning, berikut ini strategi yang dapat membantu Anda dalam melakukan desain storyboard.

  1. Gambar-gambar yang akan digunakan sebaiknya konsisten dan jelas sesuai dengan desain antarmuka sebelum proses pembuatan desain storyboard dimulai.
  2. Kombinasi dari berbagai metode desain instruksional dapat digunakan untuk memberikan informasi, seperti audio, ilustrasi gambar dan studi kasus.
  3. Pembuatan konten eLearning yang menyertakan interaktivitas, sebaiknya disetujui terlebih dahulu, untuk menghindari ketidaksesuaian dengan pengguna.
  4. Jangan lupa sertakan quiz atau evaluasi jenis lainnya
  5. Hal-hal yang menyulitkan pengguna seperti melebih-lebihkan informasi harus diperhatikan agar tidak dilakukan oleh SME.
  6. Sebelum mengembangkan storyboard, buatlah rencana awal untuk menyusun format, urutan, dan penyajian konten tertentu. Rencana tersebut dapat meliputi tujuan pembelajaran dan membagi mata kuliah menjadi beberapa modul, serta menyiapkan alur untuk memvisualisasikan interaksi atau skenario yang kompleks.

Setelah Anda telah mempersiapkan hal-hal tersebut, berikut ini 8 langkah mudah dalam menyusun storyboard untuk eLearning:

  1. Menetapkan tujuan mata kuliah. Anda dapat berdiskusi bersama dengan klien untuk merumuskan hasil akhir yang akan dicapai oleh pengguna.
  2. Mengumpulkan materi. Anda dapat bekerjasama dengan SME untuk melakukan analisis kebutuhan, identifikasi pengetahuan yang harus dimiliki oleh pengguna, dan identifikasi kesulitan-kesulitan yang mungkin akan dihadapi.
  3. Menetapkan learning objective yang akan menjadi panduan selama proses pengembangan multimedia untuk konten eLearning.
  4. Membuat kriteria asesmen. Setiap learning objective harus sejalan dengan level dari Taksonomi Bloom. Dengan demikian, akan membantu Anda dalam memeriksa pengetahuan yang akan dicapai atau skenario untuk menilai pebelajar.
  5. Gunakan template storyboard yang sudah ada, lebih baik jika template tersebut gratis. 
  6. Pilih model atau metode desain tertentu yang dapat menyampaikan konten eLearning Anda secara efektif dan mudah dipahami oleh pebelajar. Ada beberapa model yang dapat Anda gunakan: ADDIE, Knirk and Gustafson, SAM, The Action Mapping Process, Gagne’s 9 Principles, CCAF, dan lain-lain.
  7. Pilih element desain yang akan digunakan seperti gambar-gambar, video, interaktif, dan kuis-kuis.
  8. Pilih authoring tools yang sesuai dengan kemampuan Anda. Authoring tools merupakan alat yang digunakan untuk mengembangkan multimedia khususnya konten eLearning. Alat yang dapat Anda gunakan seperti: Articulate storyline, Articulate Studio ‘13, Lectora, Adobe Captivate, Moodle, Claro, Udutu, dan lain-lain.

Dengan demikian, storyboard tidak hanya dapat digunakan pada industri video, melainkan juga sangat berperan penting dalam pembuatan multimedia interaktif pada konten eLearning.


C. Format Storyboard dan Komponen

    Format Storyboard dan Komponen – Pengertian Storyboard adalah rangkai sketsa yang pembuatannya dibentuk dengan persegi panjang sehingga menggambarkan urutan (alur cerita) elemen-elemen yang diusulkan untuk aplikasi multimedia (animasi, film, game, dll).
    Awalnya Format Storyboard dan Komponen ialah kumpulan dari kertas gambar yang terdiri dari rangkaian-rangkaian kejadian dalam produksi film, termasuk film animasi. Hal ini bisa menjadi kerangka dasar untuk sutradara atau pembuat skenario agar film seharusnya berjalan. Seperti halnya dengan pembuatan aplikasi multimedia interaktif.
    Selain itu, perlu diketahui bersama bahwa Storyboard tidak terbatas hanya pada pembuatan animasi atau film saja, sebab produksi iklan, game, cd multimedia dan e-learning pun menggunakan story board. Storyboard ini sering dimanfaatkan dalam dunia multimedia seperti desain grafis, dan pembuatan film. Sebab storyboard berkaintan dengan gambar menggambar, sama halnya dengan membuat sketsa gambar peritiwa-peristiwa pada sebuah cerita dalam film atau video pendek. Dalam hal ini tentu dalam pembuatan film storyboard sangat dibutuhkan. Utamanya pada film animasi ataupun video pendek.

Pada umumnya penulisan storyboard dan storyline sering menjadi satu kesatuan yang saling mendukung terdiri dari beberapa adegan yang tersusun dan didalamnya terdapat : 

  •  Bentuk adegan/potongan-potongan gambar sketsa 
  •  Bentuk (alur cerita) untuk memperjelas gambar sketsa 
  • Bentuk dramatisasi (adegan yang berisi tentang adegan karakter tertentu)

    Dengan Storyboard tidak hanya akan mempercepat proses pembuatan film, tetapi juga untuk mewujudkan visi artistik produk Multimedia yang akan di buat. Sehingga dengan mengacu pada rencana shooting dalam storyboard para pemain dan kru dapat mengerjakan tugas mereka masing-masing dengan cepat atau tepat. Storyboard secara gamblang memberikan tata letak visual dari adegan seperti yang terlihat melalui lensa kamera.

Komponen – komponen penyusun storyboard

  • Judul : Berisi tentang judul, scene,dll
  • Sub Judul : Berisi tentang pennjelasan take shot, lokasi, waktu pembuatan,dll
  • Visual : Berisi tentang menyisipkan visual adegan atau foto,grafis,dll
  • Audio : Berisi tentang suara/audio yang melengkapi nama dari file rekaman, dan bisa ditambahkan seperti efek suara
  • Dialog/Action : Berisi tentang adegan yang di perankan oleh aktor secara detail dan pergerakan kamera dari segi angle, framing,dll
  • Properties : Berisi tentang penjelasan wardrobe, property, dan durasi.

Fungsi Storyboard

    Secara umum, fungsi storyboard yaitu sebagai media konsep serta ungkapan yang kreatif dalam penyampaian suatu ide atau gagasan. Dalam storyboard juga seseorang dapat menambahkan arahan-arahan seperti arahan audio, letak atau arahan informasi lainnya. Terdapat beberapa fungsi dari storyboard, diantaranya yaitu:

  1. Dalam penggarapan suatu film, storyboard berguna untuk menggambarkan alur cerita menurut garis besarya saja dari bagian awal, tengah hingga akhir.
  2. Kemudian berguna sebagai pembuat perencanaan di suatu film
  3. Dan secara keseluruhan dapat membuat dengan mudah dalam pembuatan serta pemahaman alur film. Sekarang storyboard ini juga berguna dalam pembuatan suatu game, seperti membuat sketsa alur game tersebut dari awal hingga akhir.

Tujuan Storyboard

Tujuan dari storyboard adalah:

  1. Sebagai pemandu terhadap orang-orang yang terlibat didalamnya, mulai dari sutradara, penuli cerita, lighting serta kameramen sekalipun
  2. Memungkinkan untuk seorang dalam pembuatan film guna memprevisualisasikan ide-idenya
  3. Merupakan alat untuk mengkomunikasikan keseluruhan ide film
  4. Menerangkan suatu alur narasi dari sebuah cerita
  5. Berperan dalam pewaktuan “timing” pada sequence, percobaan-percobaan melalui sudut pandang kamera, perpindahan dan kesinambungan “continuty” antar elemen-elemen dalam sebuah frame.

Langkah-Langkah Membuat Storyboard

Adapun langkah-langkah dalam pembuatan storyboard yaitu:

  1. Mencatat bagian-bagian penting, ide serta konsep yang akan ditampilkan dalam storyboard
  2. Pada dasarnya Storyboard merupakan gambar serial dan lengkap dengan penjelasan semua langkah serta keterangan yang dibutuhkan guna menyelesaikan tujuan dibuatnya suatu film
  3. Membuat sketsa kasar visual dalam semua frame
  4. Visual secara nyata menampilkan adegan utama
  5. Storyboard dapat dirancang menggunakan kertas dengan coretan dan tulisan manual maupun dengan menggunkan perangkat seperti Microsoft Word

Sebelum membuat suatu storyboard sebaiknya membuat:

  1. Membuat rincian atau cakupan
  2. Membuat rincian naskah
  3. Mendetailkan grafik dan visual

Format apapun yang akan ditampilkan pada storyboard, terdapat suatu informasi yang harus dicantumkan, seperti:

  1. Sketsa atau gambaran layar, halaman ataupun frame
  2. Warna, penempatan serta ukuran grafik apabila diperlukan
  3. Teks asli, apabila ditampilkan dalam halaman atau layar
  4. Warna, ukuran serta tipe font jika menggunakan teks
  5. Narasi jika dibutuhkan
  6. Animasi jika dibutuhkan
  7. Video jika dibutuhkan
  8. Audio jika dibutuhkan
  9. Interaksi dengan penonton jika dibutuhkan
  10. Dan hal lain yang harus diketahui oleh staf produksi

Penggunaan Storyboard

Berikut adalah beberapa penggunaan storyboarddi antaranya yaitu:

FILM

    Dalam pembuatan suatu film dengan tingkat kesetiaan pada naskah , storyboard dapat menyediakan tata letak visual dari peristiwa yang harus dilihat dengan lensa kamera. Serta pada kasus media interaktif, itu merpakan tata letak dan urutan yang mana pengguna atau penampil melihat konten atau informasi. Dalam pembuatan storyboard, rincian yang paling teknis yang terlibat pada pembuatan film atau proyek media interaktif dapat digambarkan lebih efisien baik dalam gambar, atau teks tambahan.

Animasi

    Dalam pembutan animasi dan efek khusus bekerja, teknik storyboard mungkin akan digunakan dengan disederhanakan mock-up yang disebut “animatics” guna memberikan ide yang lebih baik mengenai bagaimana adegan tersebut akan terlihat dan merasa dengan gerak dan waktu. Sederhananya, animatik merupakan serangkaian pada gambar diam yang kemudian diedit dan ditampilkan secara berurutan. Lebih umum, sebuah kasar dialog dan / atau jalur suara kasar ditambahkan dalam urutan gambar diam tersebut (biasanya diambil dari storyboard) guna menguji apakah suara serta gambar yang bekerja secara efektif bersama-sama.

Photomatic

    Photomatic (mungkin berasal dari ‘animatik’ atau foto-animasi) yaitu serangkaian foto yang diedit bersama seta disajikan dalam layar secara berurutan . Biasanya, suara-over , soundtrack danefek suara yang ditambahkan pada bagian tersebut guna membuat presentasi untuk menunjukkan bagaimana dalam suatu film bisa menembak serta dipotong bersamaan. Semakin digunakan oleh pengiklan dan juga biro iklan sebagai penelitian efektivitas storyboard yang mana sebelumya diusulkan oleh mereka sebelum melakukan ke ‘full up’ iklan televisi.

Buku-Buku Komik

    Banyak dari penulis yang telah menggunakan jenis gambar storyboard (meskipun agak samar) untuk scripting pada buku komik mereka, yang sering menunjukkan pementasan tokoh, latar belakang serta penempatan balon dengan instruksi untuk seniman yang dibutuhkan sering ditulis dalam bentuk margin serta dialog atau keterangan ditunjukkan.

Bisnis

    Storyboard yang seriring digunakan oleh industri untuk perencanaan kampanye iklan, iklan, sebuah usulan atau presentasi bisnis lain yang dimaksudkan yaitu guna meyakinkan atau memaksa konsumen untuk bertindak. Perusahaan konsultan mengajarkan teknik pada staf mereka untuk digunakan selama pengembangan presentasi klien, sering mempekerjakan “teknik kertas coklat” dengan merekam mock-up slide presentasi dalam sepotong kertas kraft besar yang dapat digulung guna transportasi mudah. Storyboard awalnya berupa hal sederhana seperti judul slide pada Post-It catatan, yang selanjutnya diganti dengan slide presentasi rancangan sebagaimana yang akan mereka diciptakan.

Manfaat Format Storyboard dan Komponen

  1. Manfaat dari dibuatnya storyboard adalah:
  2. Menjadikan proses pembuatan fil menjadi cepat
  3. Menunjukkan visi artistik suatu produk film atau multimedia
  4. Memberikan tata letak visual dari adegan seperti yang terlihat pada lensa kamera

  





Komentar

Postingan populer dari blog ini

π˜Όπ™π™π™„π™†π™€π™‡ (π™†π™…π˜Ώ) 𝘽𝘼𝘽 1

π™Žπ™„π™Žπ™π™€π™ˆ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ 𝘽𝘼𝘽 1 (π™Žπ™„π™Žπ™†π™Šπ™ˆ)

π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ-π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ π™…π˜Όπ™π™„π™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ π˜½π™€π™π˜Ώπ˜Όπ™Žπ˜Όπ™ π˜Ύπ™Šπ™‘π™€π™π˜Όπ™‚π™€ π˜Όπ™π™€π˜Ό (π™†π™…π˜Ώ)