PHP: Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman

  PHP: "Lebih dari Sekadar Bahasa Pemrograman" sumber:freepik.com PHP: Menjelajahi Dunia Pengembangan Web PHP, atau Hypertext Preprocessor , telah lama menjadi salah satu bahasa pemrograman paling populer di dunia web development. Sejak diluncurkan pada tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf, PHP telah mengalami banyak perkembangan dan tetap relevan dalam ekosistem teknologi yang terus berubah. Namun, PHP bukan hanya sekadar bahasa pemrograman. Ini adalah fondasi dari banyak aplikasi web dinamis dan sistem manajemen konten. Sejarah dan Evolusi PHP sumber:freepik.com Awal Mula PHP PHP awalnya dikembangkan oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1994 sebagai serangkaian skrip Common Gateway Interface (CGI) untuk melacak kunjungan ke situs web pribadinya. Skrip ini kemudian berkembang menjadi sebuah alat yang disebut "Personal Home Page Tools" atau PHP Tools. Pada tahun 1995, Rasmus merilis PHP/FI (Personal Home Page / Forms Interpreter) yang merupakan versi pertama PHP yang dapat d...

Kejahatan di Dunia Maya: Mengenal Cyber Crime

 Kejahatan di Dunia Maya: "Mengenal Cyber Crime"

Sumber: freepik.com 



Pada era digital zaman sekarang kata CyberCrime merupakan hal yang sudah tidak asing bagi kita semua. Karena itu dalam blog ini, anda akan menjelajahi serta memahami tentang dunia CyberCrime, serta bagaimana cara menghidarinya.

APA ITU CYBERCRIME ?

Berbicara masalah Cybercrime pasti tidak lepas dari permasalahan keamanan jaringan komputer atau keamanan informasi berbasis internet pada era global ini. Jadi apa yang dimaksud dengan Cybercrime itu?, Cybercrime adalah  perilaku kejahatan yang beroperasi di ruang maya, di mana pelaku mengambil keuntungan secara paksa dari korban. Kejahatan yang dimaksud pada Cybercrime ini seperti; DoS, hacking, menyebarkan virus, pencurian data seseorang, dan masih banyak tindakan kejahatan lainnya. Dari kejahatan tindakan yang dilakukan pelaku akan membawa dampak kerugian yang berbeda bagi seseorang atau sekelompok orang yang mengalami hal tersebut. 

JENIS - JENIS CYBERCRIME

Berikut beberapa contoh jenis - jenis kejahatan Cybercrime yang sering terjadi saat ini ;

1. Denial of Service Attack (DoS Attack)

 DoS merupakan jenis kejahatan cybercrime dengan cara mengirimkan permintaan palsu kepada sistem secara berkala sehingga sistem pada jaringan komputer akan mengalami overloading dan menyebabkan sistem tidak dapat beroperasi. 
    Cara melakukan DoS  secara umum, digolongkan menjadi 3 bagian sebagai berikut;
a) Menghabiskan sumber daya komputer/jaringan (seperti bandwith, disk space
    atau CPU time ),
b) Mengacaukan informasi konfigurasi jaringan (seperti informasi routing),
c) Mengacaukan secara fisik / hardware pada komponen jaringan.

2. Hacking

 Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain, dengan 
maksud-maksud tertentu secara melawan hak. Jenis kejahatan ini sudah menjadi hal yang umum di masyarakat, dengan cara pelaku mencari kelemahan pada sistem komputer untuk mencari celah masuk dalam program yang biasanya digunakan untuk mengancam korban atas data-data pribadi miliknya.
 Pelaku kejahatan kegiataan ini sering disebut dengan istilah Hacker. Pada media massa banyak orang yang salah beranggapan tentang istilah tersebut memiliki arti seorang kriminal komputer. Hacker merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki keahlian / kepandaian dalam komputer. Hacker dapat juga diartikan sebagai penghargaan kepada mereka yang memiliki kemampuan dan pengetahuan yang lebih dari rata-rata orang biasa di berbagai bidang komputer. 

3. Phishing 

 Jenis kejahatan dimana pelaku menggunakan metode penipuan untuk mendapatkan data penting milik korban (user) pada suatu website yang sudah di-deface seperti password, rekening bank, dan dokumen pribadi lainnya.

4. Online Harrasment

 Online harrasment merupakan tindakan di mana seseorang secara terus-menerus mengejar orang lain dengan maksud menakut-nakuti atau mempermalukan korban secara online. Perilaku yang seringkali ditunjukkan dalam online harrasment melibatkan melecehkan dan bertujuan untuk mengajarkan pelajaran kepada korban atau meminta informasi dari mereka. Mayoritas korban dari kejahatan ini adalah wanita, tindakan ini dapat berdampak serius pada korban karena akan menyerang mental dan emosional dari korban.

DAMPAK CYBERCRIME

    A. Kerugian Finansial 

       Kerugian finansial merupakan dampak paling umum yang dapat terjadi pada korban kejahatan siber. Pelaku cybercrime dapat mencuri informasi keuangan, mengakses rekening bank, atau melakukan penipuan online. Contohnya ;

  • Pencurian Identitas: Pelaku cyber crime dapat mencuri informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, data rekening bank, dan detail keuangan lainnya. Akibatnya, korban dapat mengalami kerugian finansial yang serius.
  • Penipuan Online: Penipuan melalui internet, seperti penjualan produk palsu atau layanan palsu, dapat menyebabkan kerugian finansial bagi konsumen yang terjebak.

    B. Kehilangan Data

          Pelaku cybercrime sering kali mencuri data pribadi korban. Ini termasuk alamat, nomor telepon, alamat email, dan informasi lainnya. Kehilangan data pribadi dapat berdampak pada privasi dan keamanan korban.
        Ransomware, Jenis serangan cybercrime yang mengenkripsi data korban dan meminta tebusan agar data tersebut dapat diakses kembali. Jika korban tidak membayar, data mereka dapat hilang selamanya.

  C. Gangguan Operasional 

          Serangan cyber dapat mengganggu operasional perusahaan, termasuk layanan pelanggan dan infrastruktur IT. Contohnya ;
  •      Serangan DDoS (Distributed Denial of Service) → Pelaku mengirimkan lalu lintas internet yang sangat tinggi ke situs web atau server perusahaan, menyebabkan layanan menjadi tidak dapat diakses oleh pengguna.
  •       Malware → Infeksi perangkat dengan malware dapat menghentikan operasi normal, mengganggu produktivitas, dan merusak sistem IT.

CARA MENGHINDARI CYBERCRIME

1. Lindungi Gadget dan Perangkat
         Selalu pastikan gadget serta perangkat yang anda gunakan memiliki perlindungan baik untuk akses maupun data. Jangan biarkan orang lain dengan mudah mengakses serta   melakukan hal-hal yang tidak anda sukai. 
                 
      2. Hindari menggunakan Software Bajakan
          Gunakan perangkat lunak resmi dan hindari aplikasi bajakan.Malware seringkali tertanam dalam aplikasi bajakan. Pertimbangkan untuk beralih ke aplikasi open source yang gratis untuk menghindari malware atau spyware.
         
      3Aktifkan Enkripsi Kata Sandi
          Pastikan kata sandi Anda dienkripsi dengan baik untuk menjaga kerahasiaannya. Gunakan kombinasi huruf, angka, dan simbol agar sulit ditebak.

      4. Aktifkan Fitur Firewall dan Antivirus
          Aktifkan fitur firewall pada perangkat Anda untuk melindungi dari serangan jaringan.Selain itu, gunakan perangkat lunak antivirus yang terbaru untuk mendeteksi dan menghapus ancaman.

      5. Hindari Memberikan Data Pribadi Secara Sembarangan
          Jangan memberikan informasi pribadi seperti nomor kartu kredit, alamat, atau nomor telepon secara sembarangan. Hati-hati dalam berinteraksi online.

      6. Gunakan Jaringan Wi-Fi yang Aman
          Hindari mengakses internet melalui jaringan Wi-Fi publik yang tidak aman. 
     Gunakan jaringan pribadi atau VPN untuk melindungi data Anda.
      
      7. Perbarui Perangkat dan Sistem Operasi
          Selalu perbarui perangkat dan sistem operasi Anda dengan versi terbaru. 
      Pembaruan seringkali mengandung perbaikan keamanan yang penting.
  
 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~     
    
           Cybercrime (kejahatan di dunia maya) adalah ancaman serius yang mempengaruhi kita semua. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang cybercrime, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan berkontribusi pada keamanan dunia maya. Mari kita bersama-sama membangun kesadaran dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif dari kejahatan di dunia maya. Terima kasih telah membaca blog ini, ingatlah untuk selalu berhati-hati dan waspada saat beraktivitas online agar kita dapat terhidar dari ancaman cybercrime πŸ˜‡.











     Sumber Referensi:
    
      https://doi.org/10.35315/dinamik.v10i1.2214

      https://doi.org/10.19109/nurani.v17i2.1192

      accademia.edu











-End-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

π˜Όπ™π™π™„π™†π™€π™‡ (π™†π™…π˜Ώ) 𝘽𝘼𝘽 1

π™Žπ™„π™Žπ™π™€π™ˆ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ 𝘽𝘼𝘽 1 (π™Žπ™„π™Žπ™†π™Šπ™ˆ)

π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ-π™ˆπ˜Όπ˜Ύπ˜Όπ™ˆ π™…π˜Όπ™π™„π™‰π™‚π˜Όπ™‰ π™†π™Šπ™ˆπ™‹π™π™π™€π™ π˜½π™€π™π˜Ώπ˜Όπ™Žπ˜Όπ™ π˜Ύπ™Šπ™‘π™€π™π˜Όπ™‚π™€ π˜Όπ™π™€π˜Ό (π™†π™…π˜Ώ)